Feeds:
Posts
Comments

Nyalakan lampu kendaraan anda

Kebijakan pemerintah untuk menyalakan lampu bagi kendaraan beroda dua pada siang hari menimbulkan pro dan kontra. Masyarakat menjadi heran, apakah maksud dari kebijakan ini. Begitulah. Ketika sebuah kebijakan tidak dibarengi dengan sosialisasi yang benar dan tepat.

Sebenarnya kebijakan menyalakan lampu pada siang hari bukanllah bermaksud untuk “boros”. Melainkan untuk penghematan, termasuk menghemat angka kecelakaan di jalan raya. Menyalakan lampu sebenarnya dapat menjadi tanda / signal yang tepat bahwa ada kendaraan lain yang hendak lewat.

Sosialisasinya akan manfaatnya bang?

Penggunaan klakson, memang selama ini terlihat efektif. Namun kenyataannya sangat fatal terutama bagi mereka yang selalu menggunakan head-set di jalan raya, menggunakan helm kedap suara, mobil yang tertutup rapat. Penggunaan klakson juga hanya menjadi sia-sia bagi pengendara yang tuli atau mengalami gangguan pendengaran.

Selain itu, kita harus ingat bahwa kecepatan cahaya (299.792.458 meter per detik) sangat efektif dibandingkan dengan kecepatan bunyi (hanya 344 meter per detik). Sangat jauh perbedaannya. Makanya penggunaan cahaya sebagai pengganti signal suara sangatlah efektif.

Semoga kita semua makin sadar akan keselamatan berlalu lintas. Salam sehat

Advertisements

Active Income Vs Passive Income

Berkembangnya dunia Multi Level Marketing (MLM) adalah sebuah fenomena baru. Bagi sebagian orang, MLM adalah ladang bisnis yang menjanjikan, dan sebagian lainnya apatis bahkan membenci MLM. Ada yang bilang MLM haram, namun justru banyak tokoh agama terkemuka melihat MLM sebagai sarana meningkat kesejahteraan umat. Pro-kontra memang wajar. Kalau menurut pendapat pribadi MLM memang menawarkan sistim bisnis yang luar biasa hebat, dan mereka yang malas dipastikan tidak akan mampu bertahan di sistem pemasaran seperti ini. Dunia MLM sangat kental dengan bahasa Pasif Income atau Pendapatan Pasif. Trus apa hubungannya dengan kesehatan?

 Teringat ceramahnya seorang pengusaha, “tanam aset, itulah nanti yang akan menyelamatkanmu kemudian”. Benar, ini hampir sama dengan konsep asuransi, tanam premi dan nikmati kemudian. Lawan dari Pasif Income, ya udah pasti Aktif Income, :P. Dari segi kesehatan, Aktif Income sangat rentan untuk dijadikan sebuah tiang utama pendapatan. Sebab jika anda sakit, tiang penyangga ini benar-benar tiada berguna. Dampaknya kesehatan anda makin memburuk, karena kebutuhan pengobatan dan lainnya ikut ambruk.

Paradigma Kerja seorang Active Income

Lain halnya dengan Pasif Income. Dimana ketika anda sakit, aset-aset anda akan terus bergerak memenuhi kebutuhan keluarga anda dan pengobatan anda. Hebat khan, karena perbedaan utama dari Pasif dan Aktif Income adalah bagaimana sebuah penghasilan atau pendapat diperoleh, apakah anda yang bekerja ataukah aset anda yang bekerja.

Salam sehat…

Sumber : Google Picture

Memang ada benarnya bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Tanpa pengalaman kita belum sepenuhnya percaya akan segala hal. Hal ini juga berlaku di “dunia asap”. Kebanyakan dari seorang perokok susah berhenti jika belum pernah merasakan lansung dampak negatif dari bahaya rokok.

Seorang perokok akan melempar jauh hasil kajian, penelitian, riset dan bahasa ilmiah lainnya. Mereka tetap pada pendirian. Barisan kalimat peringatan pada sampul rokok tak lebih sebuah iklan baris tiada guna.

Cara ampuh untuk seseorang berhenti merokok adalah sakit itu sendiri. Dimana mereka merasakan lansung bagaimana menderita mendapat sebuah penyakit. Makanya tak jarang seorang perokok benar-benar berhenti merokok ketika “teguran” itu telah bertindak.

Salam… Selamat Hari Tanpa Tembakau Sedunia (31 Mei 2012)

Sumber : Google Picture

Surat keterangan sehat selalu menjadi salah satu persyaratan untuk melamar atau masuk dalam keanggotaan sebuah instansi. Namun seberapa efektifkah surat sakti ini dipergunakan. Jangan tanyakan dulu seberapa besar penggunaannya, cara mendapatkan cukup aneh bin ajaib.

Apakah ada seorang manusia ada yang benar-benar sehat 100%? Coba cari definisi sehat dari berbagai sumber. Saya kira hampir dari seluruh populasi manusia tidak seutuhnya sehat. Contohnya, saya pribadi, memang orang lain melihat saya sehat, tapi sebenarnya saya sakit, sakit hati sama kebijakan satu ini, hehe. Lantas, apa sih perlunya ada Surat Keterangan Sehat? Sudah pasti mas, mbak, bro, tujuannya jelas…. manipulasi, korupsi, kolusi, dan nepotisme, hehe.

Pengalaman pribadi…
“Ketika hendak mendaftar KKN (kuliah kerja nyata) di sebuah universitas di Sulawesi Utara, persyaratannya tercantum surat keterang sehat. Pihak kampus menyediakan surat tersebut untuk keperluan mahasiswa, namun bisanya pemeriksaan hanya sebatas nanya nama serta keluhan sakit sebelumnya. Dan surat sakti itupun diterbitkan. Bayar bung, mana ada gratis. Lumayanlah, Rp.15.000,- per lembar. Bayangkan jika yang hendak membuat surat keterang serupa ada 2.000 orang, :D.
 
Kejadian lain ketika hendak membuat surat serupa di puskesmas dekat tempat tinggalku. Waktu itu untuk keperluan kuliah. Kebetulan waktu itu saya lagi flu berat. Dokternya berujar, “Kamu lagi sakit, kok mintanya surat keterangan sehat?”. Saya hanya menjawab, “Dok, saya tidak mau, rencana studi saya batal, hanya karena flu.” Dokter pun hanya tersenyum sambil memberikan surat sakti itu, hehe.”

Hampir dipastikan pembuatan surat sakti ini selalu seiring sejalan dengan birokrasi mempersulit. Kental dengan peribahasa, “kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah?”. Surat Keterangan Sehat menjadi ladang uang bagi pembuat, atau siapun yang terlibat. Lihat dan coba dengarkan teman anda, keluarga anda, bahkan anda sendiri pernah merasakan bahwa pembuatan surat sakti ini selalu dimintai biaya yang tidak masuk akal. Hanya selembar kertas yang mungkin hargnya paling maksimal Rp. 500,- tapi oleh pembuatnya pasti dimintai biaya 10 bahkan 1.000.000 kali lipat harganya.

Lain halnya, jika anda ingin masuk di instansi tertentu, Surat Keterangan Sehat bahkan harganya mencapai puluhan juta. Yah, benar adanya, semuanya adalah cara-cara kotor untuk meloloskan mereka-mereka yang sebenarnya tidak lolos tes kesehatan. Duuuuh, negeri ini! Apakah para pembuat kebijakan negeri ini juga perlu surat keterangan sehat?

jangan meninggal sebagai perokok

LONDON – Di dalam kubur, mayat perokok akan lebih lama menyatu dengan tanah ketimbang mayat orang yang tidak merokok. Begitulah simpulan para ahli forensik dari University of Wolverhampton, Inggris, yang mengadakan serangkaian penelitian untuk menentukan secara pasti waktu kematian dalam kasus-kasus mencurigakan.

Menghitung interval post-mortem (PMI) – waktu yang telah berlalu sejak seseorang telah meninggal merupakan salah satu bagian terpenting dari informasi yang akan didirikan dari TKP, dan ini adalah salah satu yang paling sulit untuk mencari tahu. Karena semakin lama mayat ditemukan, metode yang selama ini digunakan semakin tidak akurat. Terlebih lagi, saat tubuh dimakamkan di kuburan rahasia, metode untuk menentukan PMI bisa menjadi tidak dapat diandalkan untuk berbagai alasan: aktivitas serangga membuahkan tanda yang menjadi kurang dari yang diharapkan, atau akan sulit untuk mengatakan apakah tubuh dipindahkan dari lokasi lain.

Christopher Rogers dari University of Wolverhampton, Inggris, yang memimpin penelitian menyebut tiap bagian tubuh ternyata memiliki “masa hancur” yang beragam. Dia mencontohkan tulang rawan, karena tidak mendapatkan pasokan darah, maka akan rusak lebih lambat dari jaringan lain.

Untuk menguji teori ini, Rogers dan koleganya mengubur kaki babi dalam tanah untuk mensimulasikan penguburan manusia di kuburan dangkal. Mereka meninggalkan kaki untuk menguraikan untuk berbagai panjang waktu sampai 13 minggu.

Hasil penelitiannya disajikan dalam Konferensi Penelitian Forensik dan Pengajaran di Coventry, Inggris, menunjukkan bahwa tulang rawan terurai dalam beberapa tahap yang berbeda. Yang penting, kristal mineral yang terbentuk pada tulang rawan setelah tiga minggu dan menghilang setelah enam minggu, memberikan cap “waktu yang jelas“.

Rogers yakin bahwa kristal bisa membuat tulang rawan alat analisis yang berguna dalam menentukan PMI, namun menekankan bahwa studi yang sama perlu dilakukan dalam kondisi yang berbeda, seperti temperatur yang berbeda dan jenis tanah, untuk memeriksa apakah hasil yang konsisten.

Dalam studi terpisah di Nottingham Trent University, Inggris, Andrew Chick meneliti apakah merokok mempengaruhi perhitungan PMI. Ilmuwan forensik sering melihat serangga memakan mayat, tetapi nikotin dalam tubuh perokok bisa mempengaruhi perilaku serangga “dan mengacaukan waktu perkiraan kematian”.

wah... warnanya beda yah

Untuk mengetahui lebih lanjut, Chick dan rekan-rekannya telah meletakkan tiga babi mati di hutan. Dua dari babi telah disuntik dengan nikotin pada tenggorokannya, untuk meniru daerah mana yang terbesar mengandung nikotin dalam tubuh manusia dan satu lagi tanpa disuntik nikotin.

Penelitian akan dilaksanakan selama lima tahun, tetapi tim telah menemukan beberapa hasil awal yang menarik. Ternyata, lalat menghindari daerah nikotin, dan ketika mereka bertelur di sana, telur-telur itu tidak bergerombol seperti pada bagian yang lain. Bila belatung menetas, mereka juga menghindari makan di daerah yang kaya nikotin. “Bahkan kumbang pun menjauh,” ujarnya, seraya menambahkan hasil ini berarti bahwa tubuh perokok mungkin lebih lambat membusuk dibandingkan non-perokok.

“Jika percobaan ulang mendukung temuan ini, ilmuwan forensik akan perlu untuk membedakan antara tubuh orang yang merokok dan mereka yang tidak, ” kata Chick.
Ia menambahkan, bahan kimia lainnya dapat mengakibatkan hal yang sama juga. “Ada bukti dalam literatur obat-obatan ilegal yang memiliki pengaruh terhadap cara tubuh membusuk: kokain, misalnya, memperbesar ukuran belatung.” (sumber)

Salam antirokok

buah kurma di supermaket

Apalagi kalau bukan kurma. Makan yang satu ini selalu menjadi hidangan khusus sewaktu menjalankan ibadah puasa. Sebab, sudah menjadi hal yang lumrah sebagai panganan berbuka puasa. Walaupun buah satu ini asli dari tanah gurun, tapi sekarang kita yang berada di tanah tropis juga bisa menikmatinya, bahkan sangat banyak tersedia di pusat perbelanjaan. Jadi teringat, kalau mau makan kurma, kudu nunggu mereka yang pulang dari tanah suci, hehe.

Ekh… Btw, bulan puasa kini telah berlalu. Stok buah kurma di pasaran juga mulai berkurang. Buah kurma seolah-olah hanyalah buah musiman di negeri ini, dimana musimnya bertepatan dengan bulan puasa. Karena itulah, judul tulisan ini “sampai ketemu lagi si buah gurun”, yang menggambarkan bahwa nanti bulan puasa depan kita bertemu lagi, hehe (insyaallah).

Ekh, tau ngak bahwa buah kurma itu adalah pangan yang sehat. Makanya sang nabi saja menganjurkan berbuka puasa dengan kurma dan segelas susu. Selain rasanya manis dan lezat ternyata buah ini memiliki nilai gizi yang luar biasa. Sebab, disamping menyuplai energi, kurma juga diketahui kaya akan zat gizi seperti kalium, magnesium, niasin dan serat pangan (dietary fiber) yang berguna dalam menyehatkan jantung dan pembuluh darah. Fungsi mineral kalium cukup penting yakni berperan menjaga keteraturan denyut jantung. Selain itu, mengaktifkan kontraksi otot, mengendalikan keseimbangan air dalam jaringan  dan sel-sel, serta membantu mengatur tekanan darah. Dengan konsumsi kalium 400 mg perhari , para ahli percaya resiko stroke dapat berkurang.

kurma indo bisa berbuah?

Buah kurma juga adalah buah yang memiliki serat yang tergolong banyak. Sesuai anjuran The American Cancer Society bahwa alangkah baiknya jika kita rutin mengkonsumsi 20 – 30 gram serta pangan. Sebagai tambahan info, serat terbagi menjadi serta larut dan serta tidak larut. Serat larut bermanfaat mencegah penyakit jantung sedangkan serat tidak larut berguna membantu proses pencernaan dengan mendorong makanan ke saluran cerna.

Sebagai asupan energi, 1 butir kurma mengandung 31 gram karbohidrat. Kalkulasinya jika karbohidrat dalam tiap gramnya mengandung 4 kalori, berarti 1 buah kurma = 124 kalori. Ekh, tau ngak kalau kebutuhan energi rata-rata orang dewasa kategori pekerja sedang Indonesia 2.800 – 3.000 kalori per hari (wah, 20 butir kurma per hari sudah mencukupi tiap harinya tuh, hehe). Kelebihan kurma yaitu memberi kalori tanpa mengandung lemak. Selain juga, kurma mengandung potasium yang berguna menjaga kesehatan proses metabolisme tubuh, melindungi otot jantung, memastikan sistem saraf bekerja dengan baik, serta membantu menghilangkan sodium dalam tubuh sehingga menurunkan tekanan darah.

Wah..wah… banyak manfaatnya yah!

Salam sehat…

“Cinta membuat segalanya indah. Ternyata juga mampu membuat segalanya sehat,” Asep Rahman

Teringat pada sebuah film, entah apa judulnya yang dikisahkan bahwa seseorang yang sakit-sakitan akhirnya berangsur menjadi lebih sehat karena jatuh cinta pada seorang wanita. Ternyata kejadian seperti memang sering terjadi di masyarakat kita. Bahkan mungkin kita sendiri yang mengalaminya. Namun benarkah, hal semacam ini bisa dijelaskan secara ilmiah? Apakah benar ada koneksi antara cinta dengan kesehatan?

Berikut ini adalah beberapa alasan yang diungkapkan oleh para ahli tentang keterkaitan cinta dengan kesehatan. Ekh, Tulisan ini spesial kupersembahkan buat Pipudd (kekasihku, hehe). Aku mencintaimu ternyata membuatku lebih sehat. Inilah side-effect dari cintamu, 🙂

1. Aku menjadi lebih bahagia
Seperti kata psikolog “Berada dalam suatu hubungan memungkinkan tubuh Anda melepaskan hormon bahagia, yang membuat Anda selalu merasa baik,”. Benar, dan itulah yang kurasakan saat ini.

2. Ternyata aku menjadi lebih kebal penyakit
Jatuh cinta akan memberikan dorongan kekebalan tubuh. Aku mendapat petuah dari Paman Google bahwa “Anda lebih tenang dan berpikiran positif, tentu ini menjadikan Anda tidak rentan terhadap pilek dan batuk,”. Sementara depresi atau perasaan sedih membuat Anda rentan terhadap serangan virus pilek dan flu. Bagus khan?

3. Ternyata mampu menghilangkan sakit dan nyeri
“Perasaan ini membantu Anda mengatasi rasa sakit dan nyeri yang lebih baik,” ujar dr Dhwanika Kapadia. Karena kamu selalu memotivasiku dan membantu melewati rasa sakit atau nyeri yang kadang menyerangku.

4. Saya menjadi lebih mudah berkonsentrasi
Pekerjaan, pendidikan, bahkan rangkaian kata di blog ini lebih teratur karena kehadiranmu.

5. Stres, tidak ada lagi dalam kamusku
Rasa cemas kini jauh dariku. Karena kita bisa saling menasehati dan mengisi satu sama lain.

 6. Kesembuhan sakitku seakan dipercepat
Para peneliti di Ohio State University Medical Center menghadiahkan luka lecet pada pasangan menikah. Luka-luka tersebut sembuh hampir dua kali lebih cepat pada pasangan yang berinteraksi dengan hangat dibandingkan mereka yang sering bertengkar. Kita khan jarang bertengkar, hehe.
7. Semoga ini terwujud, katanya hidup menjadi lebih lama.
Dengan menggunakan data dari the National Health Interview Survey, peneliti menemuka data bahwa orang yang tidak pernah menikah 58 persen akan meninggal lebih cepat dibandingkan orang yang menikah. Dengan kata lain, orang yang menikah akan hidup lebih lama karena mereka merasa dicintai dan memiliki hubungan.

terpenjara dalam hatiku, 🙂

Salam penuh cinta dariku…