Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Tobacco’ Category

Sumber : Google Picture

Memang ada benarnya bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Tanpa pengalaman kita belum sepenuhnya percaya akan segala hal. Hal ini juga berlaku di “dunia asap”. Kebanyakan dari seorang perokok susah berhenti jika belum pernah merasakan lansung dampak negatif dari bahaya rokok.

Seorang perokok akan melempar jauh hasil kajian, penelitian, riset dan bahasa ilmiah lainnya. Mereka tetap pada pendirian. Barisan kalimat peringatan pada sampul rokok tak lebih sebuah iklan baris tiada guna.

Cara ampuh untuk seseorang berhenti merokok adalah sakit itu sendiri. Dimana mereka merasakan lansung bagaimana menderita mendapat sebuah penyakit. Makanya tak jarang seorang perokok benar-benar berhenti merokok ketika “teguran” itu telah bertindak.

Salam… Selamat Hari Tanpa Tembakau Sedunia (31 Mei 2012)

Read Full Post »

jangan meninggal sebagai perokok

LONDON – Di dalam kubur, mayat perokok akan lebih lama menyatu dengan tanah ketimbang mayat orang yang tidak merokok. Begitulah simpulan para ahli forensik dari University of Wolverhampton, Inggris, yang mengadakan serangkaian penelitian untuk menentukan secara pasti waktu kematian dalam kasus-kasus mencurigakan.

Menghitung interval post-mortem (PMI) – waktu yang telah berlalu sejak seseorang telah meninggal merupakan salah satu bagian terpenting dari informasi yang akan didirikan dari TKP, dan ini adalah salah satu yang paling sulit untuk mencari tahu. Karena semakin lama mayat ditemukan, metode yang selama ini digunakan semakin tidak akurat. Terlebih lagi, saat tubuh dimakamkan di kuburan rahasia, metode untuk menentukan PMI bisa menjadi tidak dapat diandalkan untuk berbagai alasan: aktivitas serangga membuahkan tanda yang menjadi kurang dari yang diharapkan, atau akan sulit untuk mengatakan apakah tubuh dipindahkan dari lokasi lain.

Christopher Rogers dari University of Wolverhampton, Inggris, yang memimpin penelitian menyebut tiap bagian tubuh ternyata memiliki “masa hancur” yang beragam. Dia mencontohkan tulang rawan, karena tidak mendapatkan pasokan darah, maka akan rusak lebih lambat dari jaringan lain.

Untuk menguji teori ini, Rogers dan koleganya mengubur kaki babi dalam tanah untuk mensimulasikan penguburan manusia di kuburan dangkal. Mereka meninggalkan kaki untuk menguraikan untuk berbagai panjang waktu sampai 13 minggu.

Hasil penelitiannya disajikan dalam Konferensi Penelitian Forensik dan Pengajaran di Coventry, Inggris, menunjukkan bahwa tulang rawan terurai dalam beberapa tahap yang berbeda. Yang penting, kristal mineral yang terbentuk pada tulang rawan setelah tiga minggu dan menghilang setelah enam minggu, memberikan cap “waktu yang jelas“.

Rogers yakin bahwa kristal bisa membuat tulang rawan alat analisis yang berguna dalam menentukan PMI, namun menekankan bahwa studi yang sama perlu dilakukan dalam kondisi yang berbeda, seperti temperatur yang berbeda dan jenis tanah, untuk memeriksa apakah hasil yang konsisten.

Dalam studi terpisah di Nottingham Trent University, Inggris, Andrew Chick meneliti apakah merokok mempengaruhi perhitungan PMI. Ilmuwan forensik sering melihat serangga memakan mayat, tetapi nikotin dalam tubuh perokok bisa mempengaruhi perilaku serangga “dan mengacaukan waktu perkiraan kematian”.

wah... warnanya beda yah

Untuk mengetahui lebih lanjut, Chick dan rekan-rekannya telah meletakkan tiga babi mati di hutan. Dua dari babi telah disuntik dengan nikotin pada tenggorokannya, untuk meniru daerah mana yang terbesar mengandung nikotin dalam tubuh manusia dan satu lagi tanpa disuntik nikotin.

Penelitian akan dilaksanakan selama lima tahun, tetapi tim telah menemukan beberapa hasil awal yang menarik. Ternyata, lalat menghindari daerah nikotin, dan ketika mereka bertelur di sana, telur-telur itu tidak bergerombol seperti pada bagian yang lain. Bila belatung menetas, mereka juga menghindari makan di daerah yang kaya nikotin. “Bahkan kumbang pun menjauh,” ujarnya, seraya menambahkan hasil ini berarti bahwa tubuh perokok mungkin lebih lambat membusuk dibandingkan non-perokok.

“Jika percobaan ulang mendukung temuan ini, ilmuwan forensik akan perlu untuk membedakan antara tubuh orang yang merokok dan mereka yang tidak, ” kata Chick.
Ia menambahkan, bahan kimia lainnya dapat mengakibatkan hal yang sama juga. “Ada bukti dalam literatur obat-obatan ilegal yang memiliki pengaruh terhadap cara tubuh membusuk: kokain, misalnya, memperbesar ukuran belatung.” (sumber)

Salam antirokok

Read Full Post »

Pedulikah?

Read Full Post »

Belajar dari negara tetangga memang sangat bermafaat. Jika tulisan saya sebelumnya mengajak kita belajar untuk berinovasi agar usia nyamuk diperpendek sehingga penyebaran demam berdarah bisa ditekan “Belajar dari Malaysia“. Ingat bahwa sesungguhnya bangsa yang besar adalah bangsa yang mau belajar dari kawan maupun lawan dari segala penjuru mata angin.

Saatnya kita berpaling ke arah selatan, disana ada negeri kanguru, Australia. Dipenghujung tahun 2010 negara ini menetapkan akan segera melarang semua bentuk iklan tembakau via internet.

Kok dilarang?

Adapun tujuan utama dari pelarangan iklan via internet karena bentuk iklan tembakau via internet adalah tekhnik “curang” dalam ber-iklan. Pertama, iklan tembakau bisa salah sasaran karena dalam dunia maya segala usia ada di dalamnya. Entah dia bayi atau tua renta ada kok, hehe. Kedua, iklan tembakau via internet merupakan cara membebaskan diri dari tingginya pajak iklan tembakau.

 

bentuk iklan curang

Kenapa pemerintah Australia begitu tegas terhadap tembakau?

Karena pemerintah Australia sadar akan bahaya yang tembakau itu sendiri. Penggunaan tembakau merupakan penyebab tunggal dan utama kematian prematur dan penyakit di Australia, menewaskan 15.000 orang setiap tahun dan menelan biaya 31,5 miliar dolar Australia (Rp.275 triliun). Usaha negeri kanguru memerangi tembakau tergolong sukses. Larangan iklan tembakau terbukti berhasil menurunkan angka perokok hingga 30% sejak tahun 1970. Hummm, lantas bagaimana yah nasib Indonesia yang terus dibanjiri iklan tembakau hingga detik ini?

Langkah serius pemerintah dalam perang tembakau benar-benar nyata. Kapan yah negeri ini bisa belajar dari Australia?

Salam sehat…

Read Full Post »

Dari 200 negara di seluruh dunia, 1 milyar perokok adalah perempuan.

Dari segi perbandingan, jumlah perokok pria hanya unggul 9% atas perokok perempuan. Berbagai studi menunjukan bahwa kecenderungan peningkatan angka perokok berasal dari perempuan.

 

 

Hampir dalam jumlah yang sama antara perokok remaja putri dan remaja putra

Sebuah survei WHO, jumlah perokok remaja dari 151 negara, menunjukan bahwa jumlah perokok remaja putra dan remaja putri relatif sama banyak.

 

 

Remaja putri dan remaja putra memiliki alasan yang berbeda untuk start merokok

Remaja putri mulai merokok dengan kepercayaan bodoh bahwa merokok dapat menurunkan berat badan. Remaja pria mulai merokok karena tuntutan komunitas tanpa menyadari akan dampak yang ditimbulkan.

 

Setiap tahunnya 1,5 juta perokok wanita meninggal

Dari 5 juta perokok yang meninggal tiap tahunnya, 1,5 juta jiwa adalah wanita dimana 75%nya berasal dari negara miskin/berkembang.

 

 

Sadari bahwa wanita adalah target utama dari industri rokok

Dengan konsep “beauty, prestige and freedom“, perusahaan rokok memburu para remaja putri sebagai target utama.

 

 

 

Kode “light” adalah kesalapahaman kaum hawa

Metode pabrik rokok untuk menarik daya pikat kaum hawa adalah dengan kode “light” atau “low tar” (pria:wanita = 63:46). Kenyataannya penggunaan rokok dengan logo light lebih banyak menghisap nikotin karena merasa nyaman dalam tiap tarikan napasnya.

 

 

Bahaya rokok antara wanita dan pria sesungguhnya beda dimensi

Anugerah terindah dari wanita adalah melahirkan manusia baru. Namun apa yang terjadi jika bayi mulai dibunuh sejak dalam kandungan, kanker rahim, serta  may cause a reduction in breast milk.

 

 

Kejatahan terhadap wanita disebabkan oleh rokok

Korban second-hand smoke (perokok pasif) adalah sebanyak 430.000 tiap tahunnya. 64 persen dari jumlah ini adalah wanita. Lemahnya hukum perlindungan non-perokok adalah penyebab utamanya.

 

 

Mereka harusnya peduli!

MEREKA TIDAK MELINDUNGI ISTRI DAN ANAK-ANAK MEREKA SENDIRI. Bagaimana melindungi orang lain… Dimana moral Anda?

 

 

 

Wanita bisa menjadin garda terdepan

Dengan isu “maternal, child and reproductive health services” wanita bisa menjadi garda terdepan dalam perang melawan industri rokok.

(sumber: WHO)

 

Fakta ini harusnya membuka mata hati kita, gerakan AKU SAYANG DAN PEDULI bisa menjadi langkah bijak. Saran dan kritik dari Anda kami tunggu. Salam sehat…

Read Full Post »

Aku menghormati perokok

Aku menghormati pemuja berhala 9 senti

Aku menghormati pemakan asap yang perkasa

Aku menghormati pecandu pro-probabilitas kanker

Bukan karena Engkau orang yang kusayangi

Bukan karena Engkau sahabatku

Bukan karena Engkau pujaanku

Tapi….

Karena Engkau mau menghargai aku

Karena Engkau peduli akan aku

Karena Engaku selalu berujar “bolehkah aku merokok disini!”

Saling menghargai… Saya tau Anda (perokok) mau menikmati dunia dengan rokok Anda, tapi kami (non-perokok) juga mau menikmati hidup tanpa asap rokok. Dimana moral Anda?

Salam sehat

Read Full Post »

Parasit negeri ini…

Mitos bahwa industri rokok memberikan kontribusi pemasukan negara dengan jumlah besar adalah cara industri rokok untuk tetap menjadi parasit di negeri ini. Industri rokok selalu mendengung-dengungkan bahwa mereka memiliki kontribusi besar terhadap negara tercinta ini. Kisaran penerimaan negara dari industri rokok sekitar 56 triliun rupiah. Jumlah ini hanya 5-7 persen dari seluruh peneriaan negara. Sebuah kebohongan besar jika ada yang berujar 70% APBN negara berasal dari rokok. Selain itu angka di 56 triliun tidak seberapa jika dibandingkan dengan kerugian yang ditimbulkan. Catat bahwa biaya kesehatan akibat merokok mencapai 5,1 kali lipat daripada penerimaan cukai negara.

Dampak yang dihasilkan adalah negara membayar biaya lebih besar untuk rokok dibanding dengan pemasukan yang diterimanya dari industri rokok. Penelitian dari World Bank terbukti bahwa rokok merupakan kerugian mutlak bagi hampir seluruh negara. Pemasukan yang diterima negara dari industri rokok (pajak dan sebagainya) mungkin saja berjumlah besar, tapi kerugian langsung dan tidak langsung yang disebabkan konsumsi rokok jauh lebih besar.

Biaya tinggi harus dikeluarkan untuk membayar biaya penyembuhan penyakit yang disebabkan oleh rokok, absen dari bekerja, hilangnya produktifitas dan pemasukan, kematian prematur, dan juga membuat orang menjadi miskin lebih lama karena mereka menghabiskan uangnya untuk membeli rokok. Biaya besar lainnya yang tidak mudah untuk dijabarkan termasuk berkurangnya kualitas hidup para perokok dan mereka yang menjadi perokok pasif. Selain itu penderitaan juga bagi mereka yang harus kehilangan orang yang dicintainya karena merokok. Semua ini merupakan biaya tinggi yang harus ditanggung.

So, apakah kita akan tinggal diam terhadap si parasit negara ini?

Salam sehat

Read Full Post »

Older Posts »