Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Poverty’ Category

Active Income Vs Passive Income

Berkembangnya dunia Multi Level Marketing (MLM) adalah sebuah fenomena baru. Bagi sebagian orang, MLM adalah ladang bisnis yang menjanjikan, dan sebagian lainnya apatis bahkan membenci MLM. Ada yang bilang MLM haram, namun justru banyak tokoh agama terkemuka melihat MLM sebagai sarana meningkat kesejahteraan umat. Pro-kontra memang wajar. Kalau menurut pendapat pribadi MLM memang menawarkan sistim bisnis yang luar biasa hebat, dan mereka yang malas dipastikan tidak akan mampu bertahan di sistem pemasaran seperti ini. Dunia MLM sangat kental dengan bahasa Pasif Income atau Pendapatan Pasif. Trus apa hubungannya dengan kesehatan?

 Teringat ceramahnya seorang pengusaha, “tanam aset, itulah nanti yang akan menyelamatkanmu kemudian”. Benar, ini hampir sama dengan konsep asuransi, tanam premi dan nikmati kemudian. Lawan dari Pasif Income, ya udah pasti Aktif Income, :P. Dari segi kesehatan, Aktif Income sangat rentan untuk dijadikan sebuah tiang utama pendapatan. Sebab jika anda sakit, tiang penyangga ini benar-benar tiada berguna. Dampaknya kesehatan anda makin memburuk, karena kebutuhan pengobatan dan lainnya ikut ambruk.

Paradigma Kerja seorang Active Income

Lain halnya dengan Pasif Income. Dimana ketika anda sakit, aset-aset anda akan terus bergerak memenuhi kebutuhan keluarga anda dan pengobatan anda. Hebat khan, karena perbedaan utama dari Pasif dan Aktif Income adalah bagaimana sebuah penghasilan atau pendapat diperoleh, apakah anda yang bekerja ataukah aset anda yang bekerja.

Salam sehat…

Advertisements

Read Full Post »

Hal-hal sepele dan sederhana itulah yang mampu membuat kita kewalahan di kemudian hari

Sederhana yang terlupakan? Yupz, banyak hal sederhana yang selalu luput dari perhatian kita. Padahal hal-hal sepele dan sederhana itulah yang mampu membuat kita kewalahan di kemudian hari. Contohnya adalah bagaimana kita melupakan pentingnya mencuci tangan. Apakah mencuci tangan hanya sesaat sebelum makan? Tidak kawan, kita harus sadari bahwa anggota tubuh yang super-duper-aktif melakukan aktivitas dengan kontak lansung dengan lingkungan luar adalah tangan kita.

yuk cuci tangan

Jangan lupa, tangan juga merupakan bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan benda-benda di sekitar kita, yang belum tentu terjamin kebersihannya tentunya. Nah, dengan mudah pula, kuman menempel di tangan kemudian berpindah ke tempat lain. Entah karena kita kemudian memegang benda lain atau bahkan menyentuh bagian tubuh kita sendiri.

Tambahan pula, anggota tubuh yang paling sering berhubungan langsung dengan tangan adalah mulut dan hidung. Alhasil, tangan yang kotor menjadi salah satu penghantar utama masuknya kuman/mikroba penyebab penyakit ke dalam tubuh. Waow, masih ngak percaya yah bahwa 10 jarimu bisa mengendalikan kesehatan? Ekh, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) selalu mengingatkan bahwa derajat kesehatan dipengaruhi oleh faktor lingkungan (45%), faktor perilaku (30%), dan faktor pelayanan kesehatan (20%). Berdasarkan analisa lapangan berdasarkan faktor-faktor ini, disimpulkan bahwa derajat kesehatan masyarakat di Indonesia masih tergolong rendah. Jangan lupa, kesemua faktor ini saling memiliki keterkaitan satu sama lain. Ingat bosss, faktor perilaku sangat bergantung pada Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang salah satunya rajin cuci tangan.

Selain itu hasil survei dari KLH, Basic Human Services (BHS) di Indonesia pada tahun 2006 ditemukan bahwa perilaku cuci tangan setelah buang air besar hanya dilakukan oleh 12% masyarakat (waoooo, miris yah), lalu 9% setelah membersihkan tinja bayi dan balita, 14% sebelum makan, 7% sebelum member makan bayi, serta 6% sebelum menyiapkan makanan. Hal tersebut membuktikan rendahnya perilaku cuci tangan di masyarakat Indonesia.

Udah akh bahas data dan pentingnya cuci tangan. Pokoknya, jangan sungkan mengorbankan sekian detik waktu untuk cuci tangan, karena kita tak perlu buang-buang waktu dan uang guna harus terbaring di rumah sakit.

Trus, gimana sih, cuci tangan yang benar. Berikut ini tips mencuci tangan yang ok,

  1. Nyalakan keran, lebih diutamakan untuk menggunakan air yang tidak terlalu dingin atau air hangat yang mengalir
  2. Gunakan sabun cuci tangan cair (lebih diutamakan daripada sabun batangan)
  3. 3. Gosokkan kedua tangan baik telapak maupun punggung tangan, sela jari, dan kuku selama 20 detik
  4. 4. Pastikan Anda membersihkan seluruh tangan terutama pada daerah sekitar kuku dan sela jari
  5. Basuh kedua tangan sampai bersih dengan air keran
  6. Gunakan handuk untuk mengeringkan tangan
  7. Matikan keran dengan menggunakan handuk karena Anda membuka keran dengan tangan Anda yang masih kotor.

Ekh, jangan lupa simpan dalam note kalian bahwa Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) jatuh pada tanggal 15 Oktober. Salam sehat…

Read Full Post »

Apakah kesehatan bagian dari politik? Atau apakah politik juga mencakup kesahatan? Jawabannya tentu saja. Yuk kita berkenalan dengan politik kesehatan dan kesehatan politik!

Kalau ndak salah definisi sehat menurut UU N0 23 Tahun 1992, kesehatan mencakup 4 aspek, yakni fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi. Batasan kesehatan tersebut diilhami oleh batasan kesehatan menurut WHO. (Nb: mohon infonya kalau ada yang terbaru yah)

Sedangkan definisi politik sangatlah banyak. Tapi ada definisi yang sangat gampang diingat. Teori politik dari kakek kita si Aristoteles yang berkata “Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama”.

Hummm. trus apa hubungannya politik dan kesehatan? Cara gampangnya lihat contoh nyata berikut ini.

gitu aja repot ... sumber google

Hubungan kesehatan dan politik. Percaya ngak kalau kesehatan dapat membatasi seseorang dalam berpolitik. Ingat pada pemilu 2004 lalu, Bang Gus Dur dinyatakan tidak berhak mencalonkan diri sebagai presiden karena dianggap tidak sehat. (Padahal menurut hemat saya, bisa saja dia dikategorikan sehat, hehe). Contoh lain, belakangan ini biasanya sebelum pilkada dilansungkan banyak daerah2 yang mengalami kerusuhan massal karena calon idolanya dinyatakan tidak sehat (ada2 saja). Tidak sampai disitu, sempat heboh juga (kasus ini yang paling kusukai), disahkannya RUU tentang Perubahan Kedua atas UU No 14/1985 tentang Mahkamah Agung (MA). Pengesahan UU tertanggal 18 Desember 2008 yang menyatakan batas usia pensiun hakim agung adalah 70 tahun. Nyatanya hakim2 kita pada ketuaan dan banyak pingsannya pada usia tersebut. Liat dulu dong batas produktivitas negeri ini atau angka harapan hiduplah. Kemudian susun UU yang benar. Kasus semacam ini banyak contohnya. Inilah yang disebut politik kesehatan.

kok, kalau difoto, MD selalu berpose miring?

Lantas yang kesehatan politik gimana? Liat tuh, kebijakan Jamkesmas, Jampersal, ataupun jam dinding hehe. Membahas mengenai Jamkesmas memang unik. Contoh paling uniknya adalah kasusnya si seksi Malinda Dee. Ingat, Malinda bukan tahanan miskin, kok seenaknya memakai Jamkesmas untuk operasi tiiiit-nya. Ok ok, contoh lain dari kesehatan yang berpolitik yaitu anggaran kesehatan. Sejujurnya ini butuh kepedulian politik untuk menjawab problem ini. Anggaran 2,3% terlalu sedikit untuk jaminan kesehatan negri ini. Makanya studi banding donk. Kok studi banding? Maksudnya bandingkan anggaran kesehatan dengan biaya jalan2 ke luar negri, hehe.

Read Full Post »

Menurutmu siapa orang terkaya di lempengan bumi ini?

Mungkin banyak yang menjawab… Bill Gates, atau mungkin siapalah.

Tapi tahukah kamu juga dapat menjadi orang terkaya di bumi ini.

Tidak percaya,..

Bayangkan jika kuping anda hilang, berapa dolar sih untuk menggantinya?

Bayangkan jika mata anda copot, berapa rupiah harus dibayarkan untuk menggantinya?

Atau berapa sih biaya untuk mengganti jantung anda dengan jantung plastik buatan?

Intinya, sekarang anda dapat menjadi manusia terkaya, jika anda mensyukuri nikmat yang ada, hehe.

Read Full Post »

Persaingan antara dua negara yang saling bertetangga adalalah hal yang lumrah. Korea Utara vs Korea Selatan adalah salah satu contoh bagaimana kedua negara serumpun ini saling bersitegang. Indonesia vs Malaysia juga ada contoh nyata bahwa konflik antar tetangga adalah hal yang susah untuk diabaikan.

Jika sebelumnya pernah saya angkat mengenai negeri basis green militer – Costa Rica yang menyatakan diri sebagai negara anti-militer, maka kali ini saya akan mencoba berbagi suasana “perang” Haiti vs Dominican Republic. Negara kecil yang terletak pada satu pulau yang sama di Laut Karibia. Mungkin agak sedikit jelas jika melihat peta berikut ini.

Kedua negara ini beradu taring dalam kebijakan akan perlindungan hutan. Dominica adalah negara yang peduli akan hutan, berjuang hingga titik darah penghabisan untuk menjaga kelestarian hutan. Namun sebaliknya negara Haiti berjuang merusak hutan hingga titik penghabisan juga. Dulunya, 60% dari seluruh negara Haiti dipenuhi oleh hutan. Hari ini, hanya 2% dari negara tersebut yang masih memiliki pohon. Gambar di bawah memperlihatkan perbatasan antara Haiti (kiri) dan Republic Dominica (kanan). Setiap pohon yang ada di Haiti sudah hampir habis ditebang, sampai ke daerah perbatasannya.

Oleh Blacksmith Institute sebuah organisasi lingkungan di Amerika Serikat, negara Haiti  dinobatkan sebagai negara berbahaya untuk dikunjungi (karena kerusakan alamnya). Sebaliknya Dominica sebagai negara yang masih memiliki cadangan hutan yang melimpah. Sekali lagi ini adalah kebijakan politik, mau pilih mana pro-Haiti atau pro-Dominica?

Semoga kita bisa belajar dari dua negara ini. Melihat kebijakan pemerintah kita, apakah kita tergiring menuju jurang tandus Haiti ataukah ke puncak hijau Dominica? (jawabannya terserah Anda). Salam green…

Read Full Post »

Dari 200 negara di seluruh dunia, 1 milyar perokok adalah perempuan.

Dari segi perbandingan, jumlah perokok pria hanya unggul 9% atas perokok perempuan. Berbagai studi menunjukan bahwa kecenderungan peningkatan angka perokok berasal dari perempuan.

 

 

Hampir dalam jumlah yang sama antara perokok remaja putri dan remaja putra

Sebuah survei WHO, jumlah perokok remaja dari 151 negara, menunjukan bahwa jumlah perokok remaja putra dan remaja putri relatif sama banyak.

 

 

Remaja putri dan remaja putra memiliki alasan yang berbeda untuk start merokok

Remaja putri mulai merokok dengan kepercayaan bodoh bahwa merokok dapat menurunkan berat badan. Remaja pria mulai merokok karena tuntutan komunitas tanpa menyadari akan dampak yang ditimbulkan.

 

Setiap tahunnya 1,5 juta perokok wanita meninggal

Dari 5 juta perokok yang meninggal tiap tahunnya, 1,5 juta jiwa adalah wanita dimana 75%nya berasal dari negara miskin/berkembang.

 

 

Sadari bahwa wanita adalah target utama dari industri rokok

Dengan konsep “beauty, prestige and freedom“, perusahaan rokok memburu para remaja putri sebagai target utama.

 

 

 

Kode “light” adalah kesalapahaman kaum hawa

Metode pabrik rokok untuk menarik daya pikat kaum hawa adalah dengan kode “light” atau “low tar” (pria:wanita = 63:46). Kenyataannya penggunaan rokok dengan logo light lebih banyak menghisap nikotin karena merasa nyaman dalam tiap tarikan napasnya.

 

 

Bahaya rokok antara wanita dan pria sesungguhnya beda dimensi

Anugerah terindah dari wanita adalah melahirkan manusia baru. Namun apa yang terjadi jika bayi mulai dibunuh sejak dalam kandungan, kanker rahim, serta  may cause a reduction in breast milk.

 

 

Kejatahan terhadap wanita disebabkan oleh rokok

Korban second-hand smoke (perokok pasif) adalah sebanyak 430.000 tiap tahunnya. 64 persen dari jumlah ini adalah wanita. Lemahnya hukum perlindungan non-perokok adalah penyebab utamanya.

 

 

Mereka harusnya peduli!

MEREKA TIDAK MELINDUNGI ISTRI DAN ANAK-ANAK MEREKA SENDIRI. Bagaimana melindungi orang lain… Dimana moral Anda?

 

 

 

Wanita bisa menjadin garda terdepan

Dengan isu “maternal, child and reproductive health services” wanita bisa menjadi garda terdepan dalam perang melawan industri rokok.

(sumber: WHO)

 

Fakta ini harusnya membuka mata hati kita, gerakan AKU SAYANG DAN PEDULI bisa menjadi langkah bijak. Saran dan kritik dari Anda kami tunggu. Salam sehat…

Read Full Post »

Jutaan orang terserang penyakit dan mati karena tidak memiliki duit untuk berobat. Yang lain tidak mampu membayar karena perlu pembiayaan rutin. 100 juta orang menjadi miskin karena mereka berusaha membayarkan biaya kesehatan mereka.

Pelayanan kesehatan yang murah dan terjangkau adalah harapan semua orang. Namun apa dikata semua hanyalah sebuah teori. Penduduk tua semakin bertambah, penyakit kronis meningkat, serta peralatan kesehatan yang baru dan mahal merupakan isu yang terus menghantui seluruh menteri kesehatan di dunia.

Sepuluh fakta berikut ini merupakan gambaran singkat dari kesimpulan laporan WHO tahun 2010 tentang benang kusut pembiayaan sektor kesehatan.

1. Jutaan tidak mendapatkan layanan kesehatan karena tidak mampu membayar.

In some countries for example, women in the richest 20% of the population are up to 20 times more likely to have a birth attended by a skilled health worker than a poorer woman.

2. Tiap tahun, 100 juta orang jatuh miskin karena membayar layanan kesehatan.

In some countries, 5% of the population is forced into poverty every year because they have to pay for health services when they receive them.

3. Perubahan kecil dalam kebijakan alokasi anggoran kesehatan mampu memberi perubahan besar

If 49 of the world’s poorest countries allocated 15% of their government spending to health, this could almost double their government health expenditures. In total this would represent an additional US$ 15 billion per year for health.

4. Efesiensi penerimaan pajak dapat memberi manfaat bagi sektor kesehatan.

In Indonesia for example, clear and consistent regulations and a policy of zero-tolerance for corruption increased tax yield from 9.9% to 11% over four years; health spending benefited more than other sectors.

5. Mencari sumber pendapatan kesehatan yang baru dan memperkuat sumber pendapatan kesehatan yang lama

For example, a 50% increase in tobacco tax would yield US$ 1.42 billion in 22 low-income countries – allowing health expenditures to increase by around 10% – or India could raise $US 370 million per year by implementing a 0.005% levy on foreign exchange transactions.

6. Negara kaya harus pegang janji

If all countries were to immediately honour their overseas development assistance pledges, more than three million lives would be saved by 2015.

7. Tekankan Asuransi Kesehatan

Currently, 27 countries from the Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) cover all their citizens with health services from pooled funds supplemented with limited direct out-of-pocket payments.

8. Efisien guna menigkatkan cakupan kesehatan

Typically between 20–40% of health spending is wasted, depriving many people of badly needed care. Overpaying is one form of waste, for example, in some places medicine prices are up to 67 times the international average price leading to less money for other health services.

9. Jangan tinggalkan obat generik

France’s strategy of using generic medicines instead of brand name ones, for example, led to savings equivalent to US$ 1.94 billion in 2008.

10. Separuh sampai 3/4 pembelajaan kesehatan hanya digunakan untuk rumah sakit.

Globally, almost US$ 300 billion is lost annually to hospital-related inefficiencies. By being more efficient, hospitals could achieve 15% more than they do now without spending any more.

Dimikianlah nyanyian merdu di sektor pembiayaan kesehatan. Semoga perubahan ke arah yang lebih baik merupakan doa yang terkabul di tahun 2011 ini.

Salam sehat dari Chevi Chenko

sumber : WHO

Read Full Post »

Older Posts »