Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Enviroment’ Category

Inilah teknologi yang kamu pakai sehari-hari…

Salam sehat

Read Full Post »

Lebaran adalah momen tepat untuk saling maaf-memaafkan. Namun, pernahkah kita meminta maaf kepada lingkungan alam yang telah kita rusak? Asep Rahman

GO GREEN. Pernahkah Anda mendengar istilah tersebut. Ini adalah sebuah istilah untuk kampanye menjaga lingkungan sebagai bentuk keprihatinan atas rusaknya alam yang kita huni sekarang ini. Pemanasan global yang menjadi sentra poinnya menjadi merupakan salah satu latar belakang munculnya gerakan cinta lingkungan.

Lebaran kini di depan mata, ternyata melahirkan sejumlah ide segar para aktivitis lingkungan untuk tetap berpedoman pada “go green“. Baru-baru ini muncul gerakan LEBARAN HIJAU. Melihat budaya budaya konsumerisme masyarakat ketika lebaran tiba, menjadi ajang kampanye menjaga lingkungan. Berikut beberapa agenda mewujudkan suksenya LEBARAN HIJAU, yaitu:

1Hati bersih dan suci tidak dilihat dari pakaiannya. Lebaran selalu identik dengan yang namanya baju baru. Sudah saatnya kita berpikir untuk menghemat “calon sampah” kita masing-masing.

2. Sajikan dengan cangkir. Kebiasaan kita menerima tamu dengan menyuguhkan minuman kaleng adalah tradisi yang terus berkembang. Bayangkan berapa banyak sampah yang dihasilkan untuk tiap lebaran.

3. Hidangankan secukupnya. Makanan selalu berlebihan tiap lebarannya. Cukup sajikan secara bertahap untuk mengurangi makan yang terbuang sia-sia.

4. Bawalah tikar. Jangan perbiasakan bawa koran sebagai pengalas Anda. Bawalah tikar dari rumah. Sampah dari koran menjadi pemandangan yang sering dijumpai sesudah shalat.

Jangan lagi terjadi seperti ini…

\

sampah bertebaran setelah shalat ied

Berikut ini ucapan Selamat Lebaran dari Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB) sekaligus pesan “go green” untuk tetap menjaga lingkungan:

Sucikan Hati, Hijaukan Bumi

Salam hijau

Read Full Post »

Kita semua memang berasal dari ketiadaan. Artinya jika sebelumnya tidak ada, kini menjadi ada. Kelahiran adalah awal dari keberadaan Anda dari ketiadaan. Dan kelak kematiaan menjadi bukti bahwa Anda pernah ada dan sedang menuju ketiadaan. Intinya kita berawal dari ketiadaan dan bergerak menuju ketiadaan pula. Siklus yang alami.

Mengingat siklus alami ini cukup singkat bagi ukuran manusia. Angka harapan hidup manusia tidaklah lebih dari 1 abad. Bagaimana kisahmu dengan alammu? Seberapa besar rasa terima kasihmu atas pijak 10 jari di atas bumi ini?

Tunjukkan bahwa Anda ada di antara 2 space ketiadaan dengan semangat melindungi alam alam dan sesama 😀

Read Full Post »

Persaingan antara dua negara yang saling bertetangga adalalah hal yang lumrah. Korea Utara vs Korea Selatan adalah salah satu contoh bagaimana kedua negara serumpun ini saling bersitegang. Indonesia vs Malaysia juga ada contoh nyata bahwa konflik antar tetangga adalah hal yang susah untuk diabaikan.

Jika sebelumnya pernah saya angkat mengenai negeri basis green militer – Costa Rica yang menyatakan diri sebagai negara anti-militer, maka kali ini saya akan mencoba berbagi suasana “perang” Haiti vs Dominican Republic. Negara kecil yang terletak pada satu pulau yang sama di Laut Karibia. Mungkin agak sedikit jelas jika melihat peta berikut ini.

Kedua negara ini beradu taring dalam kebijakan akan perlindungan hutan. Dominica adalah negara yang peduli akan hutan, berjuang hingga titik darah penghabisan untuk menjaga kelestarian hutan. Namun sebaliknya negara Haiti berjuang merusak hutan hingga titik penghabisan juga. Dulunya, 60% dari seluruh negara Haiti dipenuhi oleh hutan. Hari ini, hanya 2% dari negara tersebut yang masih memiliki pohon. Gambar di bawah memperlihatkan perbatasan antara Haiti (kiri) dan Republic Dominica (kanan). Setiap pohon yang ada di Haiti sudah hampir habis ditebang, sampai ke daerah perbatasannya.

Oleh Blacksmith Institute sebuah organisasi lingkungan di Amerika Serikat, negara Haiti  dinobatkan sebagai negara berbahaya untuk dikunjungi (karena kerusakan alamnya). Sebaliknya Dominica sebagai negara yang masih memiliki cadangan hutan yang melimpah. Sekali lagi ini adalah kebijakan politik, mau pilih mana pro-Haiti atau pro-Dominica?

Semoga kita bisa belajar dari dua negara ini. Melihat kebijakan pemerintah kita, apakah kita tergiring menuju jurang tandus Haiti ataukah ke puncak hijau Dominica? (jawabannya terserah Anda). Salam green…

Read Full Post »

Gambar ini hanya sebuah ilustrasi bahwa anggaran untuk militer sangatlah besar. Dari gambar ini pula, terbesit ide kenapa kita tidak menggunakan robot saja untuk keperluan militer sebab biaya sebuah robot militer lebih hemat daripada mendidik seorang tentara. Tapi ada lho militer yang sangat dahsyat (baik dari segi ekonomi dan manfaat) yaitu Green Militer.

Green Militer… Pernahkah Anda mendengar isitilah ini? Anda tentu akan kesusahan menemukan istilah ini entah di kamus bahasa Indonesia maupun di kamus bahasa Inggris, karena istilah buatan saya ini merupakan kombinasi dari dua bahasa tersebut, hehe.

Pelajaran militer ini datangnya dari negara kecil yang beribu-kota San Jose. Costa Rica dengan jumlah penduduk sebanyak 4 juta jiwa memroklamasikan diri sebagai negara termakmur di kawasan Amerika Tengah. Dengan luas negara 51.000 km persegi yang terbagi dalam 8 (delapan) propinsi.

Costa Rica “no-militer”
Ketika negara lain sedang berlomba untuk menjadi negara dengan kekuatan militer terhebat, beberapa negara malahan memilih untuk tidak ikut dalam lomba ini. Tercatat 7 negara (mohon koreksi kalau salah) yang tidak memiliki kekuatan militer,  salah satu adalah Costa Rica. Memangnya bisa aman yah tanpa militer? Bisa kok, kabarnya jika ada negara yang menyatakan perang dengan Costa Rica maka 21 negara lain termasuk USA, Chili dan Kuba akan menyediakan kekuatan militer untuk pertahanan.

Costa Rica “pro-green”
Majalah Forbes menempatkan Kosta Rica sebagai negara ter-green berdasakan Indeks Kinerja Lingkungan. Negara ini mencetak 97 atau lebih poin dari 100 mungkin dalam kategori hutan, udara bersih. Wajar donk jika sektor ekonomi Kosta Rika Ekonomi tergantung pada pariwisata eko-industri,sehingga ada perhatian serius untuk peduli terhadap lingkungan.

Belajarlah dari Costa Rica, yang rela mengalokasikan anggaran militer untuk perlindungan hutan. Karena mereka sadar, ancaman  terbesar dari umat manusia adalah hilangnya “warna hijau” dari muka bumi. Saya percaya kemusnahan umat manusia bukan karena senjata militer buatan manusia melainkan karena senjata maha-dasyat buatan alam.

Salam hijau…

Read Full Post »

“Apa mungkin para peniliti salah perhitungan, tuh di TV bilang udara di Eropa makin dingin, katanya pemanasan global sedang mengancam?”

Ini ada ungkapan teman saya di salah satu tulisannya di internet. Jujur aku juga sempat bingung dengan pernyataan ini. Selama ini saya beranggapan bahwa effek dari pemanasan global hanyalah bertambah panasnya muka bumi di seluruh belahan bumi.

Apakah pemanasan global bisa menyebabkan suhu dingin super ekstrim di beberapa belahan bumi? Pertanyaan ini terus menyerang otakku. Dengan modem (super lambat) + laptop butut ku coba ketikkan jari mencari tahu jawabannya.

Jawabannya kutemukan dalam harian Kompas… Aku kutip aja yah, siapa tau bermanfaat bagi pembaca yang kebetulan juga penasaran.

(more…)

Read Full Post »

Mungkin sulit bagi bangsa Indonesia mengerti kesulitan yang dihadapi sejumlah negara akibat penurunan fungsi lingkungan. Tetapi malam ini saya melihat soal harga cabai yang melonjak sebagai contoh paling mudah bagi Anda.”

 

Albert Arnold Gore Jr

 

 

 


Read Full Post »

Older Posts »