Feeds:
Posts
Comments

Asam Jawa

Nama

Lokal

Celagi, clagi (Bali), camba, cempa, tobelake (Makassar), asam jawi (Gorontalo), tangkal asam (Sunda), bak mee (Aceh), Cuma lagi (Minangkabau), mage (Flores), kaza (Sumbawa), mange (Bima).

Latin

Tamarindus indica

 

Kegunaan

Daging buah asam jawa diolah menjadi sirup, manisan, dan agar-agar. Kayunya digunakan bahan pahatan. Bijinya dibakar atau digoreng menjadi bahan camilan. Pohon asam jawa banyak dipakai sebagai bakalan bonsai. Bijinya saat ini diteliti sebagai bahan penjernih pada penjernihan limbah industri cair.

Bagian yang digunakan untuk herbal

Daging buah, daun, dan kulit biji terluar.

Efek herbal

Asam jawa bersifat analgesik (penghilang nyeri), antipiretik (penurun panas), dan melancarkan sekresi empedu. Buahnya diolah menjadi minuman kesehatan, kunyit asem. Tidak hanya di Indonesia, asam jawa telah digunakan lebih dari 23 negara sebagai bahan alam yang disukai.

Empiris

Asam jawa biasa digunakan sebagai antiseptik, penghilang mual penambah nafsu makan, bersifat abortus, dan penghilang rasa sakit. Khasiat lain mengobati encok, eksim, bisul, demam, sariawan, campak, kolesterol tinggi, kencing manis, asma, dan haid tidak teratur.

Senyawa aktif

Buah asam jawa mengandung vitamin B3, geranial, limonene, peptin, proline, leusin, phenylalanine, pipecolic acid, citric acid, serine, tartaric acid, α-alanin. Daun mengandung stexin, iovitexin, dan isoorietin. Kulit kayu mengandung stexin.

Bukti ilmiah

Immunomodulator

Senyawa polisakarida dari buah asam jawa memiliki aktivitas biologi cukup tinggi, berpengaruh terhadap sistem imunitas tubuh. Aktivitasnya dengan jalan menghambat perpindahan leukosit, proliferasi sel, serta meransang penambahan fagosit. Senyawa polisakarida juga diketahui meningkatkan aliran darah.

Penurun kolesterol

Adanya kandungan saponin, flavonoid, dan tanin di daun asam jawa ditenggarai menyebabkan tanaman ini berkhasiat menurunan kolesterol. Secara khusus saponin-lah yang bekerja aktif. Senyawa ini menghambat penyerapan kolesterol sekaligus meningkatkan ekskresinya mirip kerja obat penurun kolesterol, cholestyramine.

Resep

Penurun Kolesterol

Sebanyak 100-175 gram daun asam jawa ditumbuk bersama 1 gelas air panas. Peras, saring, dan minum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.

Kunir asam pelancar haid

Bahan

-         Asam jawa                         3 biji

-         Umbi kunyit                     1 jari tangan

-         Gula merah                       ½ ons

Cara membuat

Kunyit dikupas, dicuci, lalu diparut. Masukkan ke dalam gelas bersama asam dan gula merah. Tuangkan air panas atau mendidih sebanyak 2/3 gelas. Setelah dingin disaring. Ramuan ini diminum 1 kali sehabis atau saat haid.

Jerawat

Bahan

-         Buah asam jawa                3 biji

-         Daun sambiloto                11 lembar

-         Pegagan                               11 lembar

-         Rimpang temulawak      1 biji

Cara membuat

Umbi temulawak dikupas, dicuci, lalu diiris tipis-tipis. Bersama bahan lain direbus dalam 5 gelas air hingga tersisa 4 gelas. Angkat dan saring. Diminum 3 kali sehari ½ gelas sesudah makan. Lakukan selama 2 minggu.

Indonesia kaya akan bahan baku herbal

Negeri ini sungguh kaya, sangat kaya. Bukan hanya budaya, tetapi dari segi kesehatan juga sangat kaya akan berbagai jenis pengobatan tradisional. tidak ada yang jelas, seberapa banyak jenis pengobatan alternatif dan berapa banyak pelaku, serta berapa banyak konsumennya. Tidak ada, benar-benar tidak ada. Bisa saja ini merupakan pembiaran negara, cuek akan kondisi realita di masyarakat. Tapi bisa saja ini merupakan kesengajaan dengan tujuan politis dan ekonomi.

Yah, bisa saja monopoli tindakan pengobatan oleh dunia medis “modern”. Padahal tak jarang masyarakat mengakui bahwasanya pengobatan tradisional jauh lebih efektif, murah, tidak menimbulkan efek samping, dan lebih hebat, penyakit-penyakit yang divonis susah disembuhkan secara medis “modern”, nyatanya masih bisa diterapi. Alhmadullillah, banyak yang sembuh.

Selaku praktisi kesehatan, hal ini terus menjadi tanda tanya dan tantangan. Perlu kajian lebih mendalam akan hal ini. Kekhawatiran saya, hingga saat ini para lulusan kedokteran, selalu merasa mereka adalah ahlinya dalam kesehatan medis, padahal di masyarakat kita sendiri banyak praktisi kesehatan tradisional yang jauh lebih mujarab dalam mengobati.

MONOPOLI. Yah, saya cenderung melihatnya seperti itu. Pendidikan kesehatan yang mahal, bisa menjadi landasan untuk monopoli dunia medis. Hingga saat ini, pemerintah kita, yah, Indonesia dong, entahlah, apakah sudah memiliki pemikiran bagaimana mendidik dan mensertivikasi para pelaku kesehatan tradisional.

Ada hitam, ada putih. Apakah para praktisi kesehatan yang secara aktual menerapkan local wishdom ini DIBINA ATAU DIBINASAKAN.

Semoga kesehatan menjadi barang yang murah bagi siapa saja, dan berhak dikelola oleh siapa saja. Amin.

Public Health Challenges

Public Health is spearheading towards a healthy society. Public health paradigm with healthy, believe that health is an investment. Therefore, the health needs to be maintained for the sake of building and other development sectors.

The challenges faced by public health actors. First, qualified human resources are still limited. Human resources in particular, in the field of public health, is still too low. In addition to minimal, the quality is also still needs sharpening. Now these health workers oriented paradigm still sick pride. While health activists masyarakt forgotten.

Second, government policies have not been fully supporting community-based health programs. The government is still more comfortable spending money on curative health project scale. The government seems to forget that it should be ready umbrella before it rains. Preventive efforts are best for the health sector. By requiring a minimal budget, the health sector can be significant progress if the priority sector promotion.

Third, current health issues, entirely a public health area. The emergence of a variety of pandemic diseases, increased rates degenaratif disease and outbreaks of diseases that once again extinct, all of which require a reliable public health professionals in the identification, mapping, and appropriate policy decisions by public health personnel. Can?

Paradigm, how you are looking for.

Paradigm is aims to provide a platform for our ideas, vision, and action. In the medical world, there are two kinds of paradigms, namely health paradigm and ill paradigm. In its development paradigm is becoming obsolete and ill switch to healthier paradigm. But in some countries, the paradigm of illness is still maintained, for example Indonesia. Why does this happen?

In this section, writer give two reasons why it’s happen. Before we go further, I give about the differences in this paradigm. Paradigm of illness is looking health as a necessity consumptive, wasteful, and consider health is an attempt to heal the sick. While the health paradigm, realizing the importance of health as an investment, so that health needs to be maintained.

Paradigm adopted by a country can be seen from each of the resulting policy. Indonesia Indonesia certainly still using paradigm of illness, because health in Indonesia has not been ogled as an investment. Just look at the budget for health, curative is more dominant than promotive.

Two things that might be the reason why Indonesia prefers paradigm of illness. First, policy makers do not understand that the health paradigm is the best solution for building a healthy society. Second, due to the factors of deliberate attempts to corruption and collusion. More precisely the efforts of policy makers to seek personal gain than the prosperity of the people.

Kebijakan dan kebijaksanaan merupakan dua kata yang mirip namun meliki arti yang jauh berbeda. Sebelumnya kata kebijakan belum dikenal, biasanya baik dibangku pendidikan maupun dalam kehidupan sehari-hari kata kebijaksanaan-lah yang selalu digunakan. Kata ini diambil dari kata dasar “bijaksana”. Dalam ilmu manajemen, khususnya manajemen kesehatan, dikenal istilah kebijakan kesehatan.

Istilah kebijakan lebih mengarah pada proses “pengambilan tindakan secara normatif”, sedangkan kebijaksanaan lebih mengarah pada pengambilan tindakan di luar jalur normatif. Misalnya, harga pelayanan medis di rumah sakit adalah Rp. 10.000.000, namun karena kebijaksanaan, biaya tersebut dapat dipangkas menjadi Rp. 1.000.000 mengingat kondisi ekonomi pasien.
Contoh lainnya, telah menjadi kebijakan bahwasanya penerima jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin adalah mereka yang sesui dan layak, namun karena sebuah kebijaksanaan, seseorang yang berekonomi menengah ke atas dapat merasakan layanan ini. Ini juga termasuk kebijaksaan yang bersifat kolusi.

Pada intinya, kebijaksaan dapat di arahkan ke hal positif atau negatif tergantug pada pengambil kebijakan.

cepat menuju sasaran

Ilmu manajemen akan terus berkembang mencari formulasi terbaik guna mencapai kesempurnaannya. Pencapaian kesempurnaan memang susah, bahkan mustahil, namun usaha manusia ke arah itu takkan pernah selesai. Seperti itulah manusia, dimana tercipta sebagai khalifah di atas muka bumi. Layak mendapat gelar khalifah karena rasa ingin tahu melalui akan pikiran dan dibarengi dengan tindakan uji coba.

Manajemen ala ambulance sebagaimana judul di atas, mungkin tak pernah ada buku-buku atau bahan kuliah dimanapun. Istilah ini hanyalah ide dari penulis sendiri. Berangkat dari realita lapangan bahwasanya segala sesuatu yang berkaitan dengan manajemen dan administrasi selalu terkesan lamban, dan loyo. Maka penulis menghadirkan “manajemen ala ambulance“.

“An ambulance is a vehicle for transportation of sick or injured people to, from or between places of treatment for an illness or injury” Henry Alan Skinner dalam bukunya “The Origin of Medical Terms”.

Manajemen ala ambulance, bukan tema sakitnya sebenarnya yang hendak ditekankan, melainkan begitu efektif dan cepatnya transportasi ini menuju tujuan atau sasaran. Manajemen ala ambulance sangat cocok untuk kondisi yang bersifat urgent. Kondisi dimana, jika terjadi keterlambatan akan berakibat fatal dan bahkan mematikan sebuah proses organisasi, akan sangat membutuhkan manajemen ala ambulance.

bisa melewati semua jalur
bebas hambatan

Manajemen ala ambulance, memungkinkan jenjang organisasi paling bawah bisa berkonsultasi dengan top manajerial sekalipun. Metode ini hampir mirip dengan tindakan inspeksi. Namun perbedaannya, sebuah inspeksi bersifat privat, mendadak dan tanpa ada pemberitahuan ke bagian atau orang yang hendak diinvestigasi. Sedangkan manajemen ala ambulance, terbuka untuk umum dan terdapat jalur yang  jelas sebagai bahan petunjuk bahwasanya manajemen ala ambulance bisa digunakan.

Memang alangkah indahnya, andaikata semua proses manajemen berjalan dengan manajemen seperti ini. Namun, seperti halnya kondisi jalanan, ada yang sempit, berluabang, banyaknya kendaraan, jangkauan, dan lain sebagai yang tidak memungkin hal ini terjadi. Oleh sebab itu, manajemen ala ambulance adalah jawaban untuk proses manajemen saat ini, untuk kondisi tertentu saja.

Inilah teknologi yang kamu pakai sehari-hari…

Salam sehat

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.