Hal-hal sepele dan sederhana itulah yang mampu membuat kita kewalahan di kemudian hari
Sederhana yang terlupakan? Yupz, banyak hal sederhana yang selalu luput dari perhatian kita. Padahal hal-hal sepele dan sederhana itulah yang mampu membuat kita kewalahan di kemudian hari. Contohnya adalah bagaimana kita melupakan pentingnya mencuci tangan. Apakah mencuci tangan hanya sesaat sebelum makan? Tidak kawan, kita harus sadari bahwa anggota tubuh yang super-duper-aktif melakukan aktivitas dengan kontak lansung dengan lingkungan luar adalah tangan kita.

yuk cuci tangan
Jangan lupa, tangan juga merupakan bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan benda-benda di sekitar kita, yang belum tentu terjamin kebersihannya tentunya. Nah, dengan mudah pula, kuman menempel di tangan kemudian berpindah ke tempat lain. Entah karena kita kemudian memegang benda lain atau bahkan menyentuh bagian tubuh kita sendiri.
Tambahan pula, anggota tubuh yang paling sering berhubungan langsung dengan tangan adalah mulut dan hidung. Alhasil, tangan yang kotor menjadi salah satu penghantar utama masuknya kuman/mikroba penyebab penyakit ke dalam tubuh. Waow, masih ngak percaya yah bahwa 10 jarimu bisa mengendalikan kesehatan? Ekh, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) selalu mengingatkan bahwa derajat kesehatan dipengaruhi oleh faktor lingkungan (45%), faktor perilaku (30%), dan faktor pelayanan kesehatan (20%). Berdasarkan analisa lapangan berdasarkan faktor-faktor ini, disimpulkan bahwa derajat kesehatan masyarakat di Indonesia masih tergolong rendah. Jangan lupa, kesemua faktor ini saling memiliki keterkaitan satu sama lain. Ingat bosss, faktor perilaku sangat bergantung pada Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang salah satunya rajin cuci tangan.
Selain itu hasil survei dari KLH, Basic Human Services (BHS) di Indonesia pada tahun 2006 ditemukan bahwa perilaku cuci tangan setelah buang air besar hanya dilakukan oleh 12% masyarakat (waoooo, miris yah), lalu 9% setelah membersihkan tinja bayi dan balita, 14% sebelum makan, 7% sebelum member makan bayi, serta 6% sebelum menyiapkan makanan. Hal tersebut membuktikan rendahnya perilaku cuci tangan di masyarakat Indonesia.
Udah akh bahas data dan pentingnya cuci tangan. Pokoknya, jangan sungkan mengorbankan sekian detik waktu untuk cuci tangan, karena kita tak perlu buang-buang waktu dan uang guna harus terbaring di rumah sakit.
Trus, gimana sih, cuci tangan yang benar. Berikut ini tips mencuci tangan yang ok,
- Nyalakan keran, lebih diutamakan untuk menggunakan air yang tidak terlalu dingin atau air hangat yang mengalir
- Gunakan sabun cuci tangan cair (lebih diutamakan daripada sabun batangan)
- 3. Gosokkan kedua tangan baik telapak maupun punggung tangan, sela jari, dan kuku selama 20 detik
- 4. Pastikan Anda membersihkan seluruh tangan terutama pada daerah sekitar kuku dan sela jari
- Basuh kedua tangan sampai bersih dengan air keran
- Gunakan handuk untuk mengeringkan tangan
- Matikan keran dengan menggunakan handuk karena Anda membuka keran dengan tangan Anda yang masih kotor.
Ekh, jangan lupa simpan dalam note kalian bahwa Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) jatuh pada tanggal 15 Oktober. Salam sehat…

