“Cinta membuat segalanya indah. Ternyata juga mampu membuat segalanya sehat,” Asep Rahman
Teringat pada sebuah film, entah apa judulnya yang dikisahkan bahwa seseorang yang sakit-sakitan akhirnya berangsur menjadi lebih sehat karena jatuh cinta pada seorang wanita. Ternyata kejadian seperti memang sering terjadi di masyarakat kita. Bahkan mungkin kita sendiri yang mengalaminya. Namun benarkah, hal semacam ini bisa dijelaskan secara ilmiah? Apakah benar ada koneksi antara cinta dengan kesehatan?
Berikut ini adalah beberapa alasan yang diungkapkan oleh para ahli tentang keterkaitan cinta dengan kesehatan. Ekh, Tulisan ini spesial kupersembahkan buat Pipudd (kekasihku, hehe). Aku mencintaimu ternyata membuatku lebih sehat. Inilah side-effect dari cintamu,
1. Aku menjadi lebih bahagia
Seperti kata psikolog “Berada dalam suatu hubungan memungkinkan tubuh Anda melepaskan hormon bahagia, yang membuat Anda selalu merasa baik,”. Benar, dan itulah yang kurasakan saat ini.
2. Ternyata aku menjadi lebih kebal penyakit
Jatuh cinta akan memberikan dorongan kekebalan tubuh. Aku mendapat petuah dari Paman Google bahwa “Anda lebih tenang dan berpikiran positif, tentu ini menjadikan Anda tidak rentan terhadap pilek dan batuk,”. Sementara depresi atau perasaan sedih membuat Anda rentan terhadap serangan virus pilek dan flu. Bagus khan?
3. Ternyata mampu menghilangkan sakit dan nyeri
“Perasaan ini membantu Anda mengatasi rasa sakit dan nyeri yang lebih baik,” ujar dr Dhwanika Kapadia. Karena kamu selalu memotivasiku dan membantu melewati rasa sakit atau nyeri yang kadang menyerangku.
4. Saya menjadi lebih mudah berkonsentrasi
Pekerjaan, pendidikan, bahkan rangkaian kata di blog ini lebih teratur karena kehadiranmu.
5. Stres, tidak ada lagi dalam kamusku
Rasa cemas kini jauh dariku. Karena kita bisa saling menasehati dan mengisi satu sama lain.

terpenjara dalam hatiku,

