Feeds:
Posts
Comments

Oleh : Bambang Joko Susilo

Aku paling benci kepada orang suka memberi nasehat, “Jangan merokok!” akan tetapi dia sendiri ternyata tidak melaksanakan nasehat itu melainkan justru melanggarnya. Dan orang yang paling kubenci saat ini adalah Ayahku. Betapa tidak, sebab sambil berkata, “jangan merokok” itu, dia terus menghisap rokok seenaknya di depan hidungku.

Merokok itu, demikian kata Ayahku, selain dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, merusak paru-paru, mengakibatkan kerusakan janin, membuat lelaki menjadi impotent, juga dapat memperpendek umur. “Karena itu, jangan merokok!” katanya lagi. Celakanya, sambil berkata demikian itu, ayah terus saja menyedot rokoknya dalam-dalam dan menghembuskannya tanpa rasa berdosa sedikitpun di hadapanku. Nah, bagaimana mungkin orang bisa mempercayai kata-katanya?

Ayahku memang pintar. Di rumah dia tidak merokok karena takut kepada ibu. Ibuku adalah perempuan pembenci lelaki perokok. Bila melihat ada puntungan atau debu rokok berserakan di meja atau lantai, ibu bisa mencak-mencak dan marah besar. Bahkan ibu rela dicerai oleh ayah kalau ayah tidak menghentikan rokoknya.

Begitulah, sejak ibu marah-marah melihat ayah merokok dan mengancam minta cerai bila ayah tidak menghentikan merokoknya, ayah tak pernah lagi merokok. Tapi itu hanya kalau ia ada di rumah. Di luar itu, ayah tetap saja bisa menghabiskan dua atau tiga bungkus rokok tiap harinya. Dan ayah rupanya punya tempat dan waktu-waktu khusus bagaimana caranya supaya dia dapat merokok dengan bebas dan tenang tanpa takut diketahui ibu.

“Ayah melarang saya merokok, tapi ayah sendiri merokok seenaknya di kantor, di mobil, di kantin, di dalam WC, di warung kopi, dan di depan hidung saya!” protesku siang itu ketika mampir ke kantornya sepulang sekolah.
Saat itu ayahku dengan santainya merokok di ruang direkturnya sambil menyilangkan kakinya di atas meja.

“Ayah melarang kamu merokok, sebab kamu masih muda,” jawab ayah. Lalu, buussh… dihembuskannya asap rokok itu ke udara.

“Apa bedanya orang tua dan anak muda dalam hal merokok, ayah?” tanyaku kesal.

“Ooo, jelas ada bedanya, anak muda. Ayah sebentar lagi pensiun. Ayah sudah berbuat banyak untuk kehidupan. Karena itu, meskipun merokok itu memperpendek umur, ayah tidak takut mati karena memang sudah waktunya untuk mati. Barangkali saja Tuhan membuat jalan kematian ayah lewat rokok. Sedangkan kau? Engkau masih muda, anak muda. Harapanmu masih terbentang luas, sementara belum banyak yang kau perbuat untuk kehidupan. Ingat setiap kali engkau menghisap satu batang rokok, itu berarti sama dengan kau menancapkan satu paku pada peti jenazahmu. Sebuah penelitian mengatakan, sebatang rokok dapat memperpendek umur 12 menit. Nah, bila sehari seorang menghabiskan 10 batang rokok, berarti dalam sehari umurnya berkurang 2 jam. Bila dihitung sebulan, berarti berkurang 60 jam. Nah, berapa kalau setahun? Lalu berapa pula berkurangnya bila sehari menghabiskan dua atau tiga bungkus rokok? Apa kau mau mati muda seperti penyair Chairil Anwar itu, yang kerajingan merokok sehingga pada usia 27 tahun dia harus rela dijemput maut dengan paru-paru terbakar akibat kebanyakan merokok?” demikian ayah memberi keterangan.

“Tapi, ada juga orang yang hobi merokok, umurnya tetap panjang,” aku berkilah.

“Contohnya?” ayah bertanya. Lalu… buussh… kembali ia menghembuskan asap rokok dengan santainya.

“Contohnya kakek. Dia meninggal pada usia 99 tahun, padahal kakek setiap hari juga merokok.”

“Jangan samakan orang dulu dengan orang zaman sekarang, anak muda,” kata ayah.

“Apa bedanya, ayah?”

“Orang dulu panjang umur sebab hidupnya bersih, jujur, tidak korupsi, lingkungannya belum terpolusi. Sedangkan zaman sekarang?”

“Jadi, ayah ikut-ikutan korupsi?” aku mendelik.

“Yaach… kalau tidak kebagian korupsi, apa salahnya ikut-ikutan kolusi dan nepotisme? Ha..ha..haa…!”

Aku tambah mendelik. Ayah tertawa terkekeh-kekeh. Lalu, buuuuussh…. Asap rokok itu kembali membumbung ke udara membentuk bulatan-bulatan berlubang di atas kepalaku. Kutatap asap rook yang dihembuskan ayah dengan perasaan jengkel. Akhirnya dengan kesal kutinggalkan ruang kerja ayah.
Sejak itulah aku tidak percaya lagi pada nasehat ayah. Aku benci kepadanya. Ayahku ternyata seorang hipokrit. Ucapannya tidak sesuai dengan tindakannya. Dia memberi nasehat jangan merokok, akan tetapi dia sendiri perokok kelas berat. Karenanya, di sekolah, bersama teman-teman, aku tetap merokok. Aku berani merokok hanya pada saat-saat jam istrahat, itu pun secara sembunyi-sembunyi.

Namun suatu hari, aku dibuat gusar ketika melihat adikku yang baru duduk d SMP ikut-ikutan merokok. Aku dibuat terkejut saat menemukan sebungkus rokok di saku celananya. Sebagai kakak yang baik, aku berusaha menasehatinya agar jangan merokok. Tapi dia bukannya berhenti merokok, malah terang-terangan memperlihatkan aktifitas merokok itu di depan hidungku!

“Kakak melarangku merokok, tapi kakak sendiri kulihat juga merokok,” kilahnya enteng.

“Aku melarangmu merokok karena usiamu masih muda, anak muda,” demikian aku meniru ucapan ayah. “Kau baru SMP, sedangkan aku sudah SMA. Telah banyak yang kuperbuat dalam kehidupan ini, sedangkan kamu belum apa-apa. Ingat satu batang rokok dapat memperpendek umur 12 menit. Nah, kalau sehari kamu menghabiskan 10 batang rokok, berarti dalam sehari umurmu akan berkurang 2 jam. Kalau dihitung sebulan, berarti berkurang 60 jam. Berapa kalau setahun? Berapa pula kalau dalam sehari seseorang menghabiskan sampai dua atau tiga bungkus rokok? Apakah kamu mau mati muda seperti penyair…. (wah, aku lupa nama penyair yang disebutkan ayah itu) yang kerajingan merokok dalam usia 27 tahun rela dijemut maut dengan paru-paru gosong karena kebanyakan merokok?”

“Tapi ada orang yang hobi merokok, umurnya tetap panjang!” kilah adikku itu lagi. “Contohnya ayah, sampai sekarang masih hidup.”

“Iyyaa… tapi kan…,” mataku mendelik. Aku gelagapan mendengar argumen adikku itu. Aku bingung bagaimana harus menjawab, sebab apa yang dikatakannya itu adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri. Meskipun ayah hobi merokok dan umurnya telah di atas 60, ia masih hidup dan sehat-sehat saja. Ayah jarang sakit, kecuali sesekali batuk. Jadi, mana yang benar?
Tapi aku tak menggubris alasan yang dikemukakan adikku itu. Segera kurampas rokok yang ada di saku celananya sambil memberi ancaman.

Esok harinya, di kamar toilet, saat jam istrahat sekolah, rokok itu itu kubagikan kepada teman-teman. Lalu buuuuuussh… rokok itu kami hisap ramai-ramai dengan santainya.

(bersambung)

jangan meninggal sebagai perokok

LONDON – Di dalam kubur, mayat perokok akan lebih lama menyatu dengan tanah ketimbang mayat orang yang tidak merokok. Begitulah simpulan para ahli forensik dari University of Wolverhampton, Inggris, yang mengadakan serangkaian penelitian untuk menentukan secara pasti waktu kematian dalam kasus-kasus mencurigakan.

Menghitung interval post-mortem (PMI) – waktu yang telah berlalu sejak seseorang telah meninggal merupakan salah satu bagian terpenting dari informasi yang akan didirikan dari TKP, dan ini adalah salah satu yang paling sulit untuk mencari tahu. Karena semakin lama mayat ditemukan, metode yang selama ini digunakan semakin tidak akurat. Terlebih lagi, saat tubuh dimakamkan di kuburan rahasia, metode untuk menentukan PMI bisa menjadi tidak dapat diandalkan untuk berbagai alasan: aktivitas serangga membuahkan tanda yang menjadi kurang dari yang diharapkan, atau akan sulit untuk mengatakan apakah tubuh dipindahkan dari lokasi lain.

Christopher Rogers dari University of Wolverhampton, Inggris, yang memimpin penelitian menyebut tiap bagian tubuh ternyata memiliki “masa hancur” yang beragam. Dia mencontohkan tulang rawan, karena tidak mendapatkan pasokan darah, maka akan rusak lebih lambat dari jaringan lain.

Untuk menguji teori ini, Rogers dan koleganya mengubur kaki babi dalam tanah untuk mensimulasikan penguburan manusia di kuburan dangkal. Mereka meninggalkan kaki untuk menguraikan untuk berbagai panjang waktu sampai 13 minggu.

Hasil penelitiannya disajikan dalam Konferensi Penelitian Forensik dan Pengajaran di Coventry, Inggris, menunjukkan bahwa tulang rawan terurai dalam beberapa tahap yang berbeda. Yang penting, kristal mineral yang terbentuk pada tulang rawan setelah tiga minggu dan menghilang setelah enam minggu, memberikan cap “waktu yang jelas“.

Rogers yakin bahwa kristal bisa membuat tulang rawan alat analisis yang berguna dalam menentukan PMI, namun menekankan bahwa studi yang sama perlu dilakukan dalam kondisi yang berbeda, seperti temperatur yang berbeda dan jenis tanah, untuk memeriksa apakah hasil yang konsisten.

Dalam studi terpisah di Nottingham Trent University, Inggris, Andrew Chick meneliti apakah merokok mempengaruhi perhitungan PMI. Ilmuwan forensik sering melihat serangga memakan mayat, tetapi nikotin dalam tubuh perokok bisa mempengaruhi perilaku serangga “dan mengacaukan waktu perkiraan kematian”.

wah... warnanya beda yah

Untuk mengetahui lebih lanjut, Chick dan rekan-rekannya telah meletakkan tiga babi mati di hutan. Dua dari babi telah disuntik dengan nikotin pada tenggorokannya, untuk meniru daerah mana yang terbesar mengandung nikotin dalam tubuh manusia dan satu lagi tanpa disuntik nikotin.

Penelitian akan dilaksanakan selama lima tahun, tetapi tim telah menemukan beberapa hasil awal yang menarik. Ternyata, lalat menghindari daerah nikotin, dan ketika mereka bertelur di sana, telur-telur itu tidak bergerombol seperti pada bagian yang lain. Bila belatung menetas, mereka juga menghindari makan di daerah yang kaya nikotin. ”Bahkan kumbang pun menjauh,” ujarnya, seraya menambahkan hasil ini berarti bahwa tubuh perokok mungkin lebih lambat membusuk dibandingkan non-perokok.

“Jika percobaan ulang mendukung temuan ini, ilmuwan forensik akan perlu untuk membedakan antara tubuh orang yang merokok dan mereka yang tidak, ” kata Chick.
Ia menambahkan, bahan kimia lainnya dapat mengakibatkan hal yang sama juga. ”Ada bukti dalam literatur obat-obatan ilegal yang memiliki pengaruh terhadap cara tubuh membusuk: kokain, misalnya, memperbesar ukuran belatung.” (sumber)

Salam anti-rok-ok

buah kurma di supermaket

Apalagi kalau bukan kurma. Makan yang satu ini selalu menjadi hidangan khusus sewaktu menjalankan ibadah puasa. Sebab, sudah menjadi hal yang lumrah sebagai panganan berbuka puasa. Walaupun buah satu ini asli dari tanah gurun, tapi sekarang kita yang berada di tanah tropis juga bisa menikmatinya, bahkan sangat banyak tersedia di pusat perbelanjaan. Jadi teringat, kalau mau makan kurma, kudu nunggu mereka yang pulang dari tanah suci, hehe.

Ekh… Btw, bulan puasa kini telah berlalu. Stok buah kurma di pasaran juga mulai berkurang. Buah kurma seolah-olah hanyalah buah musiman di negeri ini, dimana musimnya bertepatan dengan bulan puasa. Karena itulah, judul tulisan ini “sampai ketemu lagi si buah gurun”, yang menggambarkan bahwa nanti bulan puasa depan kita bertemu lagi, hehe (insyaallah).

Ekh, tau ngak bahwa buah kurma itu adalah pangan yang sehat. Makanya sang nabi saja menganjurkan berbuka puasa dengan kurma dan segelas susu. Selain rasanya manis dan lezat ternyata buah ini memiliki nilai gizi yang luar biasa. Sebab, disamping menyuplai energi, kurma juga diketahui kaya akan zat gizi seperti kalium, magnesium, niasin dan serat pangan (dietary fiber) yang berguna dalam menyehatkan jantung dan pembuluh darah. Fungsi mineral kalium cukup penting yakni berperan menjaga keteraturan denyut jantung. Selain itu, mengaktifkan kontraksi otot, mengendalikan keseimbangan air dalam jaringan  dan sel-sel, serta membantu mengatur tekanan darah. Dengan konsumsi kalium 400 mg perhari , para ahli percaya resiko stroke dapat berkurang.

kurma indo bisa berbuah?

Buah kurma juga adalah buah yang memiliki serat yang tergolong banyak. Sesuai anjuran The American Cancer Society bahwa alangkah baiknya jika kita rutin mengkonsumsi 20 – 30 gram serta pangan. Sebagai tambahan info, serat terbagi menjadi serta larut dan serta tidak larut. Serat larut bermanfaat mencegah penyakit jantung sedangkan serat tidak larut berguna membantu proses pencernaan dengan mendorong makanan ke saluran cerna.

Sebagai asupan energi, 1 butir kurma mengandung 31 gram karbohidrat. Kalkulasinya jika karbohidrat dalam tiap gramnya mengandung 4 kalori, berarti 1 buah kurma = 124 kalori. Ekh, tau ngak kalau kebutuhan energi rata-rata orang dewasa kategori pekerja sedang Indonesia 2.800 – 3.000 kalori per hari (wah, 20 butir kurma per hari sudah mencukupi tiap harinya tuh, hehe). Kelebihan kurma yaitu memberi kalori tanpa mengandung lemak. Selain juga, kurma mengandung potasium yang berguna menjaga kesehatan proses metabolisme tubuh, melindungi otot jantung, memastikan sistem saraf bekerja dengan baik, serta membantu menghilangkan sodium dalam tubuh sehingga menurunkan tekanan darah.

Wah..wah… banyak manfaatnya yah!

Salam sehat…

“Cinta membuat segalanya indah. Ternyata juga mampu membuat segalanya sehat,” Asep Rahman

Teringat pada sebuah film, entah apa judulnya yang dikisahkan bahwa seseorang yang sakit-sakitan akhirnya berangsur menjadi lebih sehat karena jatuh cinta pada seorang wanita. Ternyata kejadian seperti memang sering terjadi di masyarakat kita. Bahkan mungkin kita sendiri yang mengalaminya. Namun benarkah, hal semacam ini bisa dijelaskan secara ilmiah? Apakah benar ada koneksi antara cinta dengan kesehatan?

Berikut ini adalah beberapa alasan yang diungkapkan oleh para ahli tentang keterkaitan cinta dengan kesehatan. Ekh, Tulisan ini spesial kupersembahkan buat Pipudd (kekasihku, hehe). Aku mencintaimu ternyata membuatku lebih sehat. Inilah side-effect dari cintamu, :)

1. Aku menjadi lebih bahagia
Seperti kata psikolog “Berada dalam suatu hubungan memungkinkan tubuh Anda melepaskan hormon bahagia, yang membuat Anda selalu merasa baik,”. Benar, dan itulah yang kurasakan saat ini.

2. Ternyata aku menjadi lebih kebal penyakit
Jatuh cinta akan memberikan dorongan kekebalan tubuh. Aku mendapat petuah dari Paman Google bahwa “Anda lebih tenang dan berpikiran positif, tentu ini menjadikan Anda tidak rentan terhadap pilek dan batuk,”. Sementara depresi atau perasaan sedih membuat Anda rentan terhadap serangan virus pilek dan flu. Bagus khan?

3. Ternyata mampu menghilangkan sakit dan nyeri
“Perasaan ini membantu Anda mengatasi rasa sakit dan nyeri yang lebih baik,” ujar dr Dhwanika Kapadia. Karena kamu selalu memotivasiku dan membantu melewati rasa sakit atau nyeri yang kadang menyerangku.

4. Saya menjadi lebih mudah berkonsentrasi
Pekerjaan, pendidikan, bahkan rangkaian kata di blog ini lebih teratur karena kehadiranmu.

5. Stres, tidak ada lagi dalam kamusku
Rasa cemas kini jauh dariku. Karena kita bisa saling menasehati dan mengisi satu sama lain.

 6. Kesembuhan sakitku seakan dipercepat
Para peneliti di Ohio State University Medical Center menghadiahkan luka lecet pada pasangan menikah. Luka-luka tersebut sembuh hampir dua kali lebih cepat pada pasangan yang berinteraksi dengan hangat dibandingkan mereka yang sering bertengkar. Kita khan jarang bertengkar, hehe.
7. Semoga ini terwujud, katanya hidup menjadi lebih lama.
Dengan menggunakan data dari the National Health Interview Survey, peneliti menemuka data bahwa orang yang tidak pernah menikah 58 persen akan meninggal lebih cepat dibandingkan orang yang menikah. Dengan kata lain, orang yang menikah akan hidup lebih lama karena mereka merasa dicintai dan memiliki hubungan.

terpenjara dalam hatiku, :)

Salam penuh cinta dariku…

Hal-hal sepele dan sederhana itulah yang mampu membuat kita kewalahan di kemudian hari

Sederhana yang terlupakan? Yupz, banyak hal sederhana yang selalu luput dari perhatian kita. Padahal hal-hal sepele dan sederhana itulah yang mampu membuat kita kewalahan di kemudian hari. Contohnya adalah bagaimana kita melupakan pentingnya mencuci tangan. Apakah mencuci tangan hanya sesaat sebelum makan? Tidak kawan, kita harus sadari bahwa anggota tubuh yang super-duper-aktif melakukan aktivitas dengan kontak lansung dengan lingkungan luar adalah tangan kita.

yuk cuci tangan

Jangan lupa, tangan juga merupakan bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan benda-benda di sekitar kita, yang belum tentu terjamin kebersihannya tentunya. Nah, dengan mudah pula, kuman menempel di tangan kemudian berpindah ke tempat lain. Entah karena kita kemudian memegang benda lain atau bahkan menyentuh bagian tubuh kita sendiri.

Tambahan pula, anggota tubuh yang paling sering berhubungan langsung dengan tangan adalah mulut dan hidung. Alhasil, tangan yang kotor menjadi salah satu penghantar utama masuknya kuman/mikroba penyebab penyakit ke dalam tubuh. Waow, masih ngak percaya yah bahwa 10 jarimu bisa mengendalikan kesehatan? Ekh, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) selalu mengingatkan bahwa derajat kesehatan dipengaruhi oleh faktor lingkungan (45%), faktor perilaku (30%), dan faktor pelayanan kesehatan (20%). Berdasarkan analisa lapangan berdasarkan faktor-faktor ini, disimpulkan bahwa derajat kesehatan masyarakat di Indonesia masih tergolong rendah. Jangan lupa, kesemua faktor ini saling memiliki keterkaitan satu sama lain. Ingat bosss, faktor perilaku sangat bergantung pada Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang salah satunya rajin cuci tangan.

Selain itu hasil survei dari KLH, Basic Human Services (BHS) di Indonesia pada tahun 2006 ditemukan bahwa perilaku cuci tangan setelah buang air besar hanya dilakukan oleh 12% masyarakat (waoooo, miris yah), lalu 9% setelah membersihkan tinja bayi dan balita, 14% sebelum makan, 7% sebelum member makan bayi, serta 6% sebelum menyiapkan makanan. Hal tersebut membuktikan rendahnya perilaku cuci tangan di masyarakat Indonesia.

Udah akh bahas data dan pentingnya cuci tangan. Pokoknya, jangan sungkan mengorbankan sekian detik waktu untuk cuci tangan, karena kita tak perlu buang-buang waktu dan uang guna harus terbaring di rumah sakit.

Trus, gimana sih, cuci tangan yang benar. Berikut ini tips mencuci tangan yang ok,

  1. Nyalakan keran, lebih diutamakan untuk menggunakan air yang tidak terlalu dingin atau air hangat yang mengalir
  2. Gunakan sabun cuci tangan cair (lebih diutamakan daripada sabun batangan)
  3. 3. Gosokkan kedua tangan baik telapak maupun punggung tangan, sela jari, dan kuku selama 20 detik
  4. 4. Pastikan Anda membersihkan seluruh tangan terutama pada daerah sekitar kuku dan sela jari
  5. Basuh kedua tangan sampai bersih dengan air keran
  6. Gunakan handuk untuk mengeringkan tangan
  7. Matikan keran dengan menggunakan handuk karena Anda membuka keran dengan tangan Anda yang masih kotor.

Ekh, jangan lupa simpan dalam note kalian bahwa Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) jatuh pada tanggal 15 Oktober. Salam sehat…

Ketakutan adalah sikap yang membawa manusia kepada kebingungan, frustasi, stress, depresi, dan bahkan bisa lepas kendali diri.

Salah satu acara televisi kemarin membahas tentang phobia atau ketakutan yang berlebihan. Rasa takut adalah sesuatu yang wajar, sebab semua orang memiliki rasa tersebut. Namun, akan sangat tidak wajar jika rasa takut itu diungkapkan secara berlebihan ataupun rasa ini dibangkitkan / dipicu dengan dengan sesuatu hal yang sepele. Apalagi ketakutan itu dipicu oleh sesuatu yang belum kita lihat lansung.

Ketakutan adalah sikap yang membawa manusia kepada kebingungan, frustasi, stress, depresi, dan bahkan bisa lepas kendali diri. Para Psikolog mengatakan bahwa manusia tidak dilahirkan dari ketakutan. Kalau kita tidak dilahirkan dari ketakutan, lalu dari manakah datangnya ketakutan itu?

Mengingat dampak yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan, maka sebenarnya kita dapat mengubah pola pandang kita terhadap agent/penyebab rasa takut itu sendiri. Berikut beberapa trik yang mungkin mengubah pola pikir kita terhadap ketakutan akan “makhluk ganjil”, hehe.

Belajar dari kuntilanak, sesulit apapun hidup tapi selalu tertawa.

Belajar dari tuyul, masih kecil tapi sudah bisa cari duit sendiri.

Belajar dari pocong, dari dulu pakaiannya itu-itu saja sebab ingin hidup sederhana.

Belajar dari babi ngepet, kalo malam cuman pake lili karena hemat listrik.

Belajar dari jelangkung, hidup mandiri, berangkat ngak di jemput pulang ngak diantar.

Hehe, tetap semangat. Jangan jadi penakut. Bahagia adalah penyumbang terbesar kesehatan Anda.

“Jangan jadi orang yang saat pagi hari sampai siang hari berusaha keras menenun kain sampai jadi, setelah jadi saat di sore hari ia kembali membuka tenunannya satu persatu berusaha keras menenun pakaian.”

Menjaga kesehatan adalah perkara yang susah-susah-gampang. Lebih banyak susahnya daripada gampangnya, makanya kata susah disebut dua kali, hehe. Tak sedikit diantara kita mengalami masa-masa yang pelik untuk menjaga kesehatan. Yaitu momentum dimana kesehatan kita menjadi bagian hidup yang terlupakan. Sampai-sampai kita lupa dengan semboyan Health is not everything. But without health, everything is nothing.

Kapan masa-masa seperti ini terjadi?

nikmat sehat begitu berharga ketika sakit

Sangat sering terjadi. Bahkan berulang kali kita melupakan nikmat anugerah kesehatan. Melalaikan indah sehat itu sendiri. Bahkan, tak jarang diantara kita baru akan mengingat sehat di kala ia terbaring kesakitan. Yuuuk, kita tetap menjaga kesehatan kita dengan konsisten. Jangan sampai kita menjadi orang yang selalu sia-sia menjaga kesehatan kita. Jangan menjadi orang yang saat pagi hari sampai siang hari berusaha keras menenun kain sampai jadi, setelah jadi saat di sore hari ia kembali membuka tenunannya satu persatu berusaha keras menenun pakaian. Artinya, kesehatan yang telah kita jaga akhirnya menjadi sesuatu yang sia-sia karena tidak adanya konsistensi kita menjaga kesehatan.

So, keep fight. Tetap sehat, karena sehat adalah hak kita masing-masing.

Lebaran adalah momen tepat untuk saling maaf-memaafkan. Namun, pernahkah kita meminta maaf kepada lingkungan alam yang telah kita rusak? Asep Rahman

GO GREEN. Pernahkah Anda mendengar istilah tersebut. Ini adalah sebuah istilah untuk kampanye menjaga lingkungan sebagai bentuk keprihatinan atas rusaknya alam yang kita huni sekarang ini. Pemanasan global yang menjadi sentra poinnya menjadi merupakan salah satu latar belakang munculnya gerakan cinta lingkungan.

Lebaran kini di depan mata, ternyata melahirkan sejumlah ide segar para aktivitis lingkungan untuk tetap berpedoman pada “go green“. Baru-baru ini muncul gerakan LEBARAN HIJAU. Melihat budaya budaya konsumerisme masyarakat ketika lebaran tiba, menjadi ajang kampanye menjaga lingkungan. Berikut beberapa agenda mewujudkan suksenya LEBARAN HIJAU, yaitu:

1Hati bersih dan suci tidak dilihat dari pakaiannya. Lebaran selalu identik dengan yang namanya baju baru. Sudah saatnya kita berpikir untuk menghemat “calon sampah” kita masing-masing.

2. Sajikan dengan cangkir. Kebiasaan kita menerima tamu dengan menyuguhkan minuman kaleng adalah tradisi yang terus berkembang. Bayangkan berapa banyak sampah yang dihasilkan untuk tiap lebaran.

3. Hidangankan secukupnya. Makanan selalu berlebihan tiap lebarannya. Cukup sajikan secara bertahap untuk mengurangi makan yang terbuang sia-sia.

4. Bawalah tikar. Jangan perbiasakan bawa koran sebagai pengalas Anda. Bawalah tikar dari rumah. Sampah dari koran menjadi pemandangan yang sering dijumpai sesudah shalat.

Jangan lagi terjadi seperti ini…

\

sampah bertebaran setelah shalat ied

Berikut ini ucapan Selamat Lebaran dari Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB) sekaligus pesan “go green” untuk tetap menjaga lingkungan:

Sucikan Hati, Hijaukan Bumi

Salam hijau

Fasting is a valid experience. It can benefit any otherwise helathy person whose calories now have the upper hands in his / her life.
The New England Journal of Medicine

Buku karya Allan Cott M.D

Fasting is not starving! Yah, memang demikian adanya. Berpuasa bukan berarti Anda kelaparan. Sebagai seorang muslim, patutlah mensyukuri nikmat luar biasa dari puasa. Yakinlah agama bukan diturunkan untuk menjadi beban bagi umat manusia, melainkan memberi dampak positif bagi penganutnya. Kalimat “fasting is not starving” merupakan kutipan saya dari kalimat yang ditampilkan dalam bukunya Allan Cott – Fasting The Ultimate Diet.

Why fast? Di awal buku, Allan mencantumkan beberapa manfaat dari berpuasa, yaitu:
1. To lose weight the quickest and easiest way
2. To feel better physically and mentally
3. To look and feel younger
4. To safe money
5. To give thw whole system a rest
6. To clean out the body
7. To lower blood pressure and cholesterol levels
8. To cut down on smoking and drinking
9. To get more out of sex
10. To let the body hela itself
11. To relieve tension
12. To end dependence on drugs
13. To sleep better
14. To digest food better
15. To regulate bowels
16. To feel euphoric
17. To sharpen the senses
18. To quicken mental processes
19. To save time
20. To boost self-esteem
21. To learn better eating habits
22. To share with the hungry
23. To gain control of oneself
24. To seek spiritual revelations
25. To observe religious rites
26. To call attention to social issues
27. To slow the aging process

puasa bukan berarti lapar

Itulah jawaban dari Allan Cott MD, seorang ahli yang berpendirian bahwa puasa memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa. Selain manfaat kesehatan, Allan Cott juga melihat manfaat sosial yang terkandung di dalamnya. Dia juga menambahkan adanya sebuah hasil studi di University of Pennsylvania dan Piedmont Hospital – Atlanta yang menunjukkan bahwa terapi kegemukan yang paling cocok adalah dengan berpuasa karena yang mereka yang menjalankan puasa tidak merasa lapar. Mungkin kedengarannya aneh, tapi inilah yang terjadi. Makanya, diet dengan berpuasa adalah cara yang paling efektif.

What do you think is the most important discovery in our time? The radioactive watches? Exocet bombs? In my opinion the bigest discovery of our time is the ability to make onself younger phisically, mentally and spiritually through rational fasting,” Yuri Nikolayev.

Mendukung karya Allan, dr. Yuri Nikolayev seorang bagian diet pada Rumah Sakit Jiwa Moskow menilai bahwa puasa dapat menjadikan awet muda, merupakan sebagai suatu penemuan terbesar abad ini. Beliau mengatakan: “Menurut pendapat saya, penemuan terbesar dalam abad ini ialah kemampuan seseorang membuat dirinya tetap awet muda secara fisik, mental, dan spiritual, melalui puasa yang rasional.”

Fasting is the ladies best beautifier, it brings grace charm and poice, it normalizes female functions and reshapes the body contour,” Alvenia M. Fulton.

Tambahan, ada juga, Alvenia M. Fulton, Direktur Lembaga Makanan Sehat “Fultonia” di Amerika Serikat menyatakan bahwa puasa adalah cara terbaik untuk memperindah dan mempercantik wanita secara alami. Puasa menghasilkan kelembutan pesona dan daya pikat. Puasa menormalkan fungsi-fungsi kewanitaan dan membentuk kembali keindahan tubuh.

Bagaimana? Benar khan puasa bisa menyehatkan!

       Duuuh, sakiiit (sumber : google search)

Dulu, seringkali temanku mengajukan pertanyaan “Bro, kenapa ketika berpuasa, sakit maag yang kuderita selama ini justru tidak pernah menghampiriku?“. Mungkin basic ilmu yang kugeluti sebagai kader kesehatan masyarakat, memberiku “cap” sebagai ahli di bidang kesehatan. Padahal aku ngak tau sama sekali tentang masalah ini, hehe. Makanya jurus sebagai ustad dadakan-pun aku keluarkan. Hampir dipastikan kala itu aku akan menjawab, “Itulah berkah puasa. Agama tidak pernah dibuat untuk menyengsarakan umatnya, justru diberi kemudahan,”.

Wah, itu doeloe! Kini posisi berubah, saya yang menjadi penanya bukan lagi sebagai ustad dadakan. Selepas kesibukanku sebagai wartawan media, pola makanku jadi amburadul. Akibatnya sakit maag kini telah menjadi bagian dari hidupku. Awal puasa ramadhan ini, aku was-was akankah saya mampu menjalankan ibadah puasa. Nahan lapar 6 jam saja perut selalu menjerit. Apa jadinya kalau nahan lapar selama 13 jam? Ternyata aku mampu, dan bisa membuktikan bahwa maag bukanlah penghalang untuk berpuasa. Bahkan sakit maag yang kuderita jadi sembuh selama berpuasa.

Jamaaaaaah, woi jamaah! Mau tau jawaban? Mauuuuuuuu? Baca aja kelanjutannya, hehe.

Hasil pertanyaanku kepada Om-nya kita-kita semua (Om Gugel), memberi pencerahan baru tentang masalah ini. Kalau ndak percaya cek saja sendiri. Inilah beberapa kutipan kalimat yang mungkin terlihat adanya benang merah antara maag dan puasa:

Hal ini disebabkan pola makan yang menjadi lebih teratur saat berpuasa dan berkurangnya konsumsi makanan yang mengandung gas. Harian Kompas, 12 Juli 2011.

Mayoritas masyarakat Indonesia adalah penderita maag karena gangguan fungsional, biasanya saat berpuasa keluhan sakitnya berkurang dan merasa lebih sehat saat berpuasa. Maklum, keluhan sakit maag pada pasien jenis ini akibat ketidakteraturan makan, konsumsi makanan berlemak, asam dan pedas, serta konsumsi minuman soda dan kopi. Dan, selama berpuasa, pasien makan lebih teratur. Harian Republika, 2 Agustus 2011.

Stres sebagai salah satu faktor pencetus maag, umumnya akan mereda saat berpuasa. Sebab inti dari puasa adalah pengendalian diri, termasuk emosi. Sehingga, faktor risiko stres pada orang sakit maag justru berkurang. Okezone 25 Agustus 2009.

Wah, sebenar masih banyak yang masih dikutip, tapi saya rasa sudah dapat ditarik kesimpulannya. Dengan berpuasa, pola makan justru menjadi teratur, sehingga orang yang sakit maag (dispepsia) pun bisa merasa lebih baik, selain itu, stress sebagai pemuci maag dapat dikendalikan karena pasien sedang berpuasa. So, selain utuk ibadah, puasa itu ditujukan untuk menjadi sehat.

Eits, sebelum saya tutup tulisan ini, ada beberapa info tambahan yang mungkin bermanfaat bagi penderita maag.

  • Jangan makan berlebihan saat sahur ataupun berbuka.
  • Untuk penderita dispepsia organik dianjurkan untuk tetap mengonsumsi obat maag (bahkan dianjurkan untuk tidak berpuasa jika berbahaya bagi kesehatan, konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu).
  • Sedangkan pasien dispepsia fungsional (mayoritas masyarakat menderita maag seperti ini) tidak perlu lagi mengonsumsi obat maag selama berpuasa. Puasa menjadi obat alami untuk maag tipe ini.

Semoga bermanfaat. Selamat menjalankan ibadah puasa yah bro n sis. Salam.

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.